29 Ton Bawang Putih Rusak Asal Tiongkok Dimusnahkan di Batam
📅 Sabtu, 24 Okt 2026, 10:27 WIB | Oleh: Tim PenulisBATAM - Balai Karantina Kepulauan Riau (Karantina Kepri) Badan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan 29 ton bawang putih asal Tiongkok setelah seluruh muatan dalam satu kontainer ditemukan dalam kondisi rusak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Batam, Kepri.
Kepala Karantina Barantin Hasim mengatakan tindakan tersebut dilakukan untuk memastikan media pembawa yang masuk ke wilayah Indonesia memenuhi persyaratan dan tidak menimbulkan risiko.
"Bawang putih merupakan komoditas yang sangat penting karena digunakan dalam mengolah masakan. Karantina berkomitmen penuh dalam menjaga pangan segar asal tumbuhan yang dikonsumsi masyarakat dalam keadaan sehat dan aman," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kepri, Sabtu (24/10).
Puluhan ton bawang putih tersebut terlebih dahulu dihancurkan menggunakan ekskavator sebelum kemudian dikubur dengan tanah.
Hasim mengatakan temuan bermula ketika pengguna jasa mengajukan importasi bawang putih melalui aplikasi Permohonan Tindakan Karantina (PTK) Online.
Sebaiknya Anda baca juga:
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan administratif dan kesesuaian dokumen.
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, benar, dan sah, pemeriksaan dilanjutkan terhadap kondisi fisik komoditas.
"Saat kontainer dibuka di gudang pemilik, petugas menemukan bawang putih dalam kondisi rusak. Kerusakan ditemukan pada seluruh muatan dalam satu kontainer," katanya.
Berdasarkan penelusuran, kondisi tersebut disebabkan mesin pendingin pada kontainer reefer yang membawa bawang putih tidak bekerja secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya tindakan pemusnahan.
Menurut Hasim, tahapan dan prosedur pemusnahan telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hasim juga meminta pelaku usaha lebih memperhatikan kondisi komoditas yang akan dimasukkan ke Batam, terutama produk yang memerlukan penanganan khusus selama proses pengangkutan.
Perhatian terhadap rantai pendingin menjadi penting karena gangguan selama perjalanan dapat memengaruhi kondisi komoditas saat tiba di tempat tujuan.
Karantina Barantin juga mengingatkan pengguna jasa maupun masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan komoditas yang rusak, busuk, atau tidak layak dikonsumsi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!