Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Jadikan Digitalisasi Pemkot Yogyakarta Referensi Pusat Data dan Analitik

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 12:15 WIB | Oleh:
KPK Jadikan Digitalisasi Pemkot Yogyakarta Referensi Pusat Data dan Analitik Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta

YOGYAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan pengalaman Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengintegrasikan data dan layanan publik berbasis digital sebagai salah satu referensi untuk menyiapkan Pusat Data dan Analitik yang direncanakan dibangun pada 2027.

Pembelajaran tersebut dilakukan melalui kegiatan Capacity Building dalam Penyelenggaraan Smart City, Command Center, Integrasi Data Pemerintahan, Dashboard, dan Monitoring Layanan Publik di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (22/10).

Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Ahli Muda KPK Siti Raykah mengatakan pihaknya mempelajari proses perencanaan, pengelolaan, hingga pengembangan layanan digital yang telah diterapkan Pemkot Yogyakarta.

“Kami merasa Pemkot Yogyakarta ini sudah berhasil membangun Yogyakarta Smart City. Ini menjadi bahan pembelajaran bagi kami untuk pembangunan Pusat Data dan Analitik yang sedang kami rencanakan pada 2027,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori menjelaskan, salah satu layanan digital yang dikembangkan adalah Jogja Smart Service (JSS). Platform tersebut menyediakan sekitar 252 modul layanan, mulai dari perizinan hingga pelayanan di tingkat kewilayahan, dan telah diunduh sekitar 261.000 pengguna.

Selain melalui JSS, integrasi data lintas perangkat daerah dilakukan dengan menerapkan Data Driven Government. Data tersebut dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah, antara lain di sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan sumber daya manusia.

“Melalui Data Driven Government, diharapkan penggunaan data untuk pengambilan keputusan semakin optimal, efisiensi layanan publik meningkat, serta transparansi dan akuntabilitas semakin kuat,” jelas Budi.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta Ignatius Trihastono menekankan, transformasi digital pemerintahan tidak cukup dilakukan dengan penggunaan perangkat teknologi. Digitalisasi harus disertai pembenahan proses kerja sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Digitalisasi itu dengan memenuhi beberapa prinsip. Sementara komputerisasi hanya sekadar menggunakan alat,” tegas Trihastono.

Menurut dia, integrasi sistem memungkinkan perangkat daerah saling terhubung tanpa harus bergantung pada keberadaan command center. Efektivitas layanan digital juga harus dinilai berdasarkan tindak lanjut yang diberikan pemerintah terhadap persoalan masyarakat, bukan sebatas tersedianya kanal layanan.

“Aduan itu tidak hanya sekadar mengkanalisasi aduan, tapi kemudian berdampak pada meningkatnya respons OPD terhadap aduan yang ada di domainnya,” ujarnya.

Dalam pengelolaan infrastruktur digital, Pemkot Yogyakarta menggunakan pusat data on-premise yang dikelola secara mandiri. Sementara Pusat Data Nasional (PDN) dimanfaatkan untuk pencadangan data harian.

Trihastono menyebut keamanan informasi dan kedaulatan data perlu ditempatkan sebagai pertimbangan utama sejak tahap awal pembangunan sistem digital pemerintahan.

“Hal-hal yang sangat strategis idealnya memang kita kelola secara mutlak untuk mewujudkan yang namanya kedaulatan data. Terkait dengan aspek keamanan informasi ini harus menjadi salah satu pertimbangan dasar,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.