El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 13:09 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaDi tangan pelatih berusia 61 tahun tersebut, Blaugrana langsung menunjukkan identitas aslinya lewat permainan sepak bola lebih atraktif, pressing tinggi, dan begitu teroganisir.
Beralih ke sisi sang rival, Real Madrid, yang selama dua musim terakhir harus gigit jari tanpa gelar.
Melakukan perombakan skuad dan termasuk mengganti kursi pelatih dimana terdapat dua nama yang sudah ditendang yakni Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa.
Kini Los Blancos menunjuk kembali Jose Mourinho, yang sebelumnya sempat melatih pada era 2010-2013, untuk bisa merapikan kondisi compang-camping tim yang tengah krisis kondisi ruang ganti, kehilangan pemimpin, hingga tidak punya identitas permainan di lapangan.
Mou memang sudah mengenal kondisi Real Madrid, namun dia bukanlah sosok Superman seperti Flick atau tukang sihir.
Dalam transisinya saat ini, Mou masih kerap menemui hambatan dengan hasil yang masih inkonsisten ditunjukkan oleh Kylian Mbappe dan kolega.
Di LaLiga, El Real sudah menelan dua kali kekalahan dan mengamankan tujuh kali kemenangan hingga memasuki pekan ketujuh.
Catatan tersebut masih belum cukup untuk Los Galacticos bisa terus berada di jalur perebutan gelar juara mengingat saat ini Barcelona masih tak terkalahkan dengan mengunci sembilan kemenangan beruntun.
Namun seperti Batman, Mou diberkahi kekuatan yakni kaya. Saat ini pelatih asal Portugal tersebut mempunyai kedalaman skuad yang mewah dengan dihuni nama-nama pemain bintang.
Terlebih mantan pelatih Chelsea tersebut cukup diberi banyak amunisi tambahan di bursa transfer dengan mendatangkan Ibrahima Konate, Marc Cucurella, Bernardo Silva, Denzel Dumfries, Carlos Espi, hingga menebus Yan Diomande yang mempunyai mahar 140 juta Euro.
Seperti yang diprediksi oleh berbagai media, kehadiran Mourinho di Real Madrid memang ditugaskan untuk mengelola pemain dengan memanfaatkan kedalaman skuad sebaik mungkin
Begitulah kelebihan dari pelatih yang membawa Inter Milan meraih treble pada musim 2010 tersebut ketika mengelola pemain bahkan memainkan aspek psikologis mereka.
Terbaru, Mou seakan memberikan tantangan kepada Vinicius Junior bahwa posisinya tidaklah aman jika dirinya berada di bawah performa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!