APBD Jakarta Tembus Rp44,98 Triliun, Pramono Kejar Program Prioritas
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 17:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohDi tengah pelaksanaan program pembangunan, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026. Sektor konstruksi menjadi salah satu kontributor pertumbuhan, sementara Indeks Keyakinan Konsumen pada Agustus 2026 berada di level 150.
"Pertumbuhan ini ditopang berbagai lapangan usaha. Saya berharap sektor konstruksi semakin tumbuh karena menunjukkan geliat ekonomi dan optimisme di Jakarta semakin baik," ujar Pramono.
Pada September 2026, inflasi Jakarta tercatat 2,71 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,28 persen. Pengendalian harga dilakukan melalui strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, termasuk lewat pasar murah, pangan bersubsidi, serta kerja sama pasokan antardaerah.
Aktivitas ekonomi juga didorong melalui berbagai kegiatan berskala besar. Jakarta Fair 2026 mencatat transaksi Rp8,2 triliun dengan 6,1 juta pengunjung, sedangkan Festival Jakarta Great Sale membukukan transaksi Rp26,8 triliun dengan melibatkan 104 pusat perbelanjaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono menilai kegiatan tersebut memberikan dampak terhadap perdagangan, pariwisata, perhotelan, transportasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemprov DKI juga mendukung agenda internasional, termasuk Jakarta Running Festival pada 24–25 Oktober 2026, untuk memperkuat aktivitas ekonomi dan daya tarik ibu kota.
"Jakarta sekarang menjadi episentrum event di Indonesia. Kegiatan-kegiatan ini kami fasilitasi karena dampak berganda ekonominya luar biasa," ujarnya.
Dari sisi kesejahteraan, persentase penduduk miskin Jakarta pada Maret 2026 turun menjadi 3,96 persen, berkurang 0,07 poin persentase dibandingkan September 2025. Angka tersebut untuk pertama kalinya berada di bawah empat persen.
Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 tercatat 5,79 persen, turun 0,24 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mencapai 66,05 persen atau meningkat 0,57 poin persentase.
Untuk memperluas kesempatan kerja, Pemprov DKI menyelenggarakan pelatihan keterampilan melalui Mobile Training Unit dan pelatihan reguler yang telah diikuti 6.720 peserta. Bursa kerja juga melibatkan 214 perusahaan dengan menyediakan 24.390 lowongan pekerjaan.
Di bidang pembangunan berkelanjutan, enam dari 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) telah mencapai target pada 2025, sedangkan 65,6 persen target indikator yang dinilai secara keseluruhan telah tercapai. Posisi Jakarta dalam Oxford Economics Global Cities Index 2026 juga naik dari peringkat ke-159 pada 2025 menjadi peringkat ke-140 dari 1.000 kota di dunia.
Pramono menegaskan, capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD DKI Jakarta, BPKP, Bank Indonesia, OJK, BPS, serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam pembangunan ibu kota.
"Kepercayaan publik menjadi penopang utama untuk memudahkan pembangunan di Jakarta. Karena itu, transparansi dan koordinasi harus terus kita jaga agar penggunaan APBD benar-benar memberikan manfaat bagi warga," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!