Cukup Foto Selfie, AI Baru Diklaim Bisa Prediksi Peluang Hidup Pasien Kanker
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 10:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SGaya Hidup Juga Terkait dengan Penuaan Wajah
Penelitian ini turut menemukan hubungan antara sejumlah kebiasaan hidup dan penampilan wajah yang dinilai lebih tua secara biologis oleh AI.
Konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan narkoba, dan kebiasaan merokok dikaitkan dengan penampilan wajah yang lebih tua dalam analisis FAHR-FaceAge.
Temuan tersebut memperkuat kemungkinan bahwa karakteristik wajah dapat menyimpan petunjuk mengenai kondisi kesehatan dan proses penuaan seseorang.
Namun, hasil analisis AI tidak dapat digunakan untuk memastikan kebiasaan hidup atau kondisi medis seseorang hanya berdasarkan penampilannya.
Para peneliti juga menguji kemampuan model menghadapi variasi foto dalam kondisi nyata, termasuk perbedaan pose, pencahayaan, ekspresi wajah, dan penggunaan riasan.
Raymond Mak, ahli onkologi radiasi di Mass General Brigham, mengatakan FAHR-FaceAge menunjukkan hasil yang relatif konsisten dalam berbagai variasi foto tersebut.
“Temuan mengejutkan lainnya adalah betapa konsistennya FAHR-FaceAge di berbagai variasi foto dunia nyata, termasuk pose, pencahayaan, ekspresi wajah, dan riasan,” kata Mak.
Menurut dia, hasil model juga relatif stabil pada sebagian besar prosedur bedah plastik yang diuji. Perubahan yang diamati setelah operasi hidung atau rinoplasti hanya sedikit.
Bisa Membantu Dokter Memilih Perawatan, Bukan Menggantikan Penilaian Medis
Teknologi ini berpotensi membantu dokter memperkirakan risiko kematian atau komplikasi sebelum pasien menjalani operasi besar, radioterapi, maupun pengobatan kanker lainnya.
Informasi mengenai usia biologis dan kondisi fisik pasien dapat menjadi pertimbangan tambahan ketika dokter harus memilih antara sejumlah pilihan perawatan, terutama terapi intensif yang memiliki risiko tertentu.
Mak mengatakan kebutuhan terhadap metode penilaian kesehatan yang lebih baik semakin penting seiring bertambahnya usia populasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!