Konsumsi Pertalite Naik 7–8 Persen per Bulan, Antrean SPBU Jateng-DIY Bertambah
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 11:50 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Antara
YOGYAKARTA—Konsumsi Pertalite di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat sekitar 7–8 persen setiap bulan sejak Juni 2026. Kenaikan permintaan yang dibarengi pergeseran sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite tersebut turut memicu bertambahnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah wilayah Jateng-DIY, Taufiq Kurniawan, mengatakan sebagian konsumen BBM nonsubsidi, terutama Pertamax, kini beralih menggunakan Pertalite.
Sebelum gejolak di kawasan Timur Tengah, pangsa pasar Pertamax di DIY tercatat sekitar 20–25 persen dari keseluruhan produk BBM. Perubahan pola konsumsi itu kemudian meningkatkan beban permintaan terhadap Pertalite.
Meski terjadi peningkatan konsumsi, Taufiq mengatakan persediaan BBM di Jateng-DIY masih mencukupi. Per Senin (19/10), stok yang tersedia tercatat setara delapan kali konsumsi normal untuk Pertalite, 18 kali untuk Pertamax, 15 kali untuk Biosolar, dan delapan kali untuk Pertamax Turbo.
Menurut dia, angka tersebut merupakan perbandingan antara jumlah stok yang tersedia dengan tingkat konsumsi normal dan bukan menunjukkan jumlah hari ketahanan stok.
“Stok BBM per hari ini dalam kondisi aman dan kami jaga agar tetap aman setiap harinya. Untuk besok, ketahanan stoknya juga kurang lebih sama,” ujar Taufiq.
Meningkatnya antrean membuat sejumlah SPBU menerapkan pengaturan kendaraan atau marshalling. Pembelian berulang yang terindikasi dilakukan untuk dijual kembali oleh pengecer juga dibatasi.
Taufiq mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian berlebihan. Pengaturan pelayanan dilakukan karena tingkat kepadatan antrean dapat berbeda di setiap SPBU.
Sebelumnya, Penjabat Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Drestanto Nandiwardhana, pada Jumat (16/10) menyebut stok BBM dan LPG di Jateng-DIY masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pada saat itu, ketahanan stok Pertalite tercatat 6,7 hari, Biosolar 16,3 hari, dan LPG 3,5 hari. Pasokan berikutnya juga telah dijadwalkan untuk menjaga ketersediaan di kedua wilayah.
Distribusi BBM Jateng-DIY antara lain ditopang pasokan dari Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap melalui jaringan pipa. Jalur tersebut mengurangi ketergantungan distribusi pada pengiriman menggunakan kapal sehingga pasokan tidak sepenuhnya dipengaruhi kondisi cuaca dan laut.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik atau membeli dalam jumlah berlebihan. Cukup membeli dalam jumlah yang wajar karena stok cukup aman dan pasokan berikutnya sudah direncanakan,” kata Drestanto.
Pertamina menyatakan pasokan akan disesuaikan dengan perkembangan konsumsi, sementara pengaturan antrean dilakukan di SPBU yang mengalami peningkatan jumlah kendaraan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!