Cukup Foto Selfie, AI Baru Diklaim Bisa Prediksi Peluang Hidup Pasien Kanker
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 10:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“FAHR-FaceSurvival memajukan bidang AI pengenalan kesehatan wajah selangkah lebih maju dengan mempelajari risiko kelangsungan hidup secara langsung dari foto wajah pasien kanker,” kata Aerts.
“Sepengetahuan kami, ini adalah demonstrasi pertama bahwa model AI dapat secara langsung memprediksi kelangsungan hidup pasien kanker dari sebuah foto sederhana,” ujarnya.
Pasien yang Tampak Lebih Tua Berisiko Kematian Lebih Tinggi
Salah satu temuan penting penelitian ini terlihat pada pasien kanker di Amerika Serikat yang menjalani radioterapi.
Pasien yang menurut perkiraan FAHR-FaceAge tampak lima tahun atau lebih tua dibandingkan usia sebenarnya memiliki risiko kematian 21 persen lebih tinggi selama masa tindak lanjut rata-rata empat tahun dibandingkan kelompok lainnya.
Sebaliknya, pasien yang terlihat lima tahun atau lebih muda dari usia sebenarnya memiliki risiko kematian 17 persen lebih rendah.
Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara perkiraan usia biologis berdasarkan wajah dan peluang bertahan hidup pasien kanker.
Para peneliti menduga karakteristik wajah yang ditangkap AI dapat mencerminkan kondisi fisik seseorang, termasuk kemampuan tubuh menghadapi pengobatan.
Meski demikian, angka tersebut merupakan perbandingan risiko dalam kelompok yang diteliti, bukan kepastian mengenai nasib setiap pasien. Hasil itu juga tidak berarti bahwa penampilan yang lebih tua secara langsung menyebabkan risiko kematian meningkat.
Aerts menjelaskan, kemajuan utama penelitian ini terletak pada kemampuan model AI mempelajari pola umum wajah dari kumpulan data yang sangat besar, kemudian menerapkannya untuk memperkirakan berbagai indikator kesehatan.
“Kemajuan teknis utama adalah bahwa FAHR-Face mempelajari representasi umum wajah dari lebih dari 40 juta gambar, yang kemudian dapat diadaptasi ke hasil kesehatan yang berbeda seperti usia biologis dan kelangsungan hidup,” kata Aerts.
“Pendekatan model dasar ini memberi kita cara yang terukur untuk mengembangkan berbagai biomarker kesehatan wajah daripada melatih setiap model dari awal,” lanjutnya.
Biomarker merupakan indikator biologis yang dapat digunakan untuk membantu menilai kondisi kesehatan seseorang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!