Alissa Wahid: Hari Santri 2026 Harus Jadi Momentum Penguatan Pesantren Ramah Anak
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 10:41 WIB | Oleh: Tim PenulisAlisa mengatakan, salah satu tantangan dalam mewujudkan pesantren ramah anak adalah mengubah pandangan bahwa hukuman fisik merupakan bagian penting dari proses mendisiplinkan santri.
Di samping itu, ia menilai masih ada pendidik yang menganggap keberhasilan membangun kedisiplinan tidak terlepas dari hukuman fisik. Akibatnya, sebagian pendidik khawatir santri akan menjadi tidak patuh atau kurang menghormati guru apabila hukuman fisik dihilangkan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Alissa menyebut pihaknya selama setahun terakhir telah memberikan pelatihan kepada guru, ustaz, serta musyrif dan musyrifah mengenai pola pengasuhan dan penegakan disiplin positif.
“Orang banyak salah mengira disiplin positif itu artinya permisif. Hukuman itu penting. Hukuman tetap penting,” kata Alissa.
Namun, ia menekankan bahwa konsekuensi atas pelanggaran harus diterapkan tanpa merendahkan harga diri atau martabat anak. Tujuannya bukan untuk menyalahkan, melainkan membantu santri memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!