Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono Tekankan 3 Prioritas Pembangunan Jakarta, Apa Saja?

📅 Senin, 19 Okt 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Tekankan 3 Prioritas Pembangunan Jakarta, Apa Saja? Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembangunan Ibu Kota harus berorientasi pada kebutuhan dan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik dan proyek monumental, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memperluas akses pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembangunan Ibu Kota harus berorientasi pada kebutuhan dan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik dan proyek monumental, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memperluas akses pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam Dialog dan Orasi Kebangsaan bertajuk “Jakarta dan Problematika Kebangsaan” di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/10). Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pramono mengatakan, pemimpin memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan program yang baik, memperbaiki kekurangan, dan memastikan kebijakan pemerintah memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam mengarahkan pembangunan Jakarta agar tidak hanya mengejar kemajuan fisik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga.

“Tugas seorang pemimpin yaitu melanjutkan hal-hal baik yang belum selesai, memperbaiki apa yang masih kurang, dan memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat yang nyata,” ujar Pramono.

Sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Pemprov DKI menetapkan tiga bidang sebagai prioritas utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Ketiganya menjadi dasar penyusunan kebijakan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat, termasuk warga dengan keterbatasan ekonomi.

Pramono menilai keberpihakan pemerintah harus diwujudkan melalui kebijakan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kelompok yang perlu mendapat perhatian antara lain pekerja sektor informal, pengemudi transportasi publik, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta generasi muda yang masih membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak cukup hanya berfokus pada penguatan daya saing ekonomi dan peningkatan aktivitas usaha. Pemerintah juga perlu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan kerja, dan dukungan sosial demi meningkatkan kualitas hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengajak para alumni GMNI untuk berperan aktif mengawal arah pembangunan Jakarta. Ia menilai pengalaman, keahlian, dan jejaring yang dimiliki para alumni dapat menjadi kontribusi penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap persoalan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan kota membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, tidak hanya pemerintah daerah. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, komunitas, media, dan warga dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan mampu mengakomodasi kepentingan publik serta mendorong pemerataan kesempatan.

“Peran tersebut semakin penting karena masa depan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Ia ditentukan oleh bagaimana pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, komunitas, media, dan seluruh warga bekerja berdasarkan kepentingan bersama,” tuturnya.

Pramono turut menyoroti pentingnya menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kebijakan publik dan pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, semangat kebangsaan tidak seharusnya berhenti pada pidato maupun kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui program yang inklusif dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia berharap sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. Namun, transformasi tersebut harus tetap memperhatikan pemerataan pembangunan, kelestarian lingkungan, serta pemeliharaan identitas kebangsaan.

Pramono menegaskan, orientasi pembangunan Jakarta ke depan harus mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi, kenyamanan warga, dan keberlanjutan bagi generasi mendatang. Dengan demikian, status Jakarta sebagai kota global dapat berjalan seiring dengan komitmen menjaga nilai-nilai Indonesia.

“Mari kita hadirkan pembangunan yang bukan hanya cepat, tetapi berada di arah yang tepat untuk menjadi kota global yang nyaman bagi warganya, produktif bagi perekonomian, berkelanjutan bagi generasi berikutnya, sekaligus terbuka kepada dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari Indonesia,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Memperkuat penanganan karhu...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.