Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Tilapia Indonesia Capai Rp1,58 Triliun, Kemitraan dengan Investor Eropa Terus Dibuka

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 13:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekspor Tilapia Indonesia Capai Rp1,58 Triliun, Kemitraan dengan Investor Eropa Terus Dibuka Doc: Antara
Ket. Pekerja memberi pakan ikan nila yang dibudidayakan di Kelurahan Gelam, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Selasa (16/12/2025).

Jakarta - Indonesia membuka peluang kemitraan dengan investor Eropa untuk mengembangkan industri ikan nila atau tilapia dan rumput laut dari hulu hingga hilir.

Direktur Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) TB Haeru Rahayu, dalam keterangan di Jakarta, Minggu (18/10), mengatakan, Indonesia telah mengembangkan budi daya tilapia di Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik sekaligus memasok bahan baku bagi industri pengolahan.

“Peluang kemitraan yang dapat dibangun mencakup peningkatan mutu benih, efisiensi pakan, kesehatan ikan, serta ketertelusuran produk,” katanya.

Peluang kerja sama itu disampaikan dalam Indonesia–Europe Business Forum (IEBF) 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (15/10).

Selain tilapia, KKP juga mendorong kemitraan pengembangan rumput laut melalui peningkatan kualitas bahan baku dan penguatan proses pascapanen.

Kerja sama di sektor ini mencakup penyediaan bibit berkualitas, penerapan mekanisasi dan teknologi budi daya, serta perbaikan proses pengeringan dan penyimpanan hasil panen. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga konsistensi mutu bahan baku bagi industri pengolahan.

Dari sisi pasar, perwakilan Asosiasi Tilapia Indonesia (ATI), Andhi Trapsilo, memaparkan nilai ekspor tilapia Indonesia pada Januari–November 2025 mencapai 87,57 juta dolar AS atau sekitar Rp1,58 triliun.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor dengan pangsa 51,7 persen, disusul Kanada sebesar 24,7 persen. Sementara itu, ekspor ke Uni Eropa mencapai 7,13 juta dolar AS atau 8,1 persen dari total nilai ekspor yang dipaparkan.

Andhi juga menyebut nilai ekspor tilapia Indonesia mencapai 6,98 dolar AS per kilogram, tertinggi di antara eksportir utama dunia seperti China, Kolombia, Vietnam, dan Taiwan.

Ia menyebutkan, selain fillet sebagai produk utama, industri tilapia berpeluang meningkatkan nilai tambah melalui pemanfaatan hasil samping pengolahan.

Kulit dan sisik ikan dapat diolah menjadi bahan baku kolagen dan gelatin, sedangkan bagian lainnya dapat dimanfaatkan untuk tepung dan minyak ikan.

Sementara itu, perwakilan Indonesian Tropical Seaweed Association (INTROSEA), Artati Widarti, mengatakan potensi pemanfaatan rumput laut tidak terbatas pada produk hidrokoloid seperti karaginan dan agar.

Rumput laut juga dapat dikembangkan sebagai bahan baku untuk industri pangan, kosmetik, farmasi, bioplastik, serta produk pendukung pertanian dan perikanan.

Menurut Artati, kemitraan Indonesia–Eropa dapat dikembangkan melalui perdagangan produk turunan, penelitian, investasi, dan pengolahan. Dukungan pengujian mutu, pemenuhan standar, serta akses pasar diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk rumput laut Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Wali Kota Bandung Tinjau Ti...
Daerah
Tangani Sampah, Pemkab Bang...
Luar Negeri
Apple, Louis Vuitton, Herme...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.