Qantas Batalkan Penerbangan Roma ke Perth Gara-gara Serangan Kutu Kasur
Rabu, 14 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
ROMA — Maskapai penerbangan Australia, Qantas, terpaksa menghentikan sementara operasional sebuah pesawat Boeing 787 Dreamliner di Roma, Italia, setelah ditemukan infestasi kutu kasur di dalam kabin. Insiden tersebut membuat penerbangan dari Roma menuju Perth, Australia, pada 10 Oktober 2026 dibatalkan.
Dari The Guardian, kutu kasur ditemukan di bagian depan kabin kelas ekonomi pesawat yang melayani penerbangan QF5 dari Perth menuju Roma pada 9 Oktober. Temuan serangga parasit tersebut memaksa maskapai mengeluarkan pesawat dari layanan untuk menjalani pembersihan menyeluruh sebelum dapat kembali beroperasi.
Juru bicara Qantas mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan agar teknisi dan tim perawatan dapat menangani masalah yang ditemukan pada sejumlah kecil kursi kelas ekonomi. Maskapai juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang yang terdampak gangguan perjalanan tersebut.
“Qantas ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada pelanggan atas gangguan ini,” kata juru bicara maskapai tersebut.
Penumpang yang gagal berangkat mendapatkan akomodasi dan dijadwalkan ulang menggunakan penerbangan alternatif dalam waktu 48 jam dari jadwal keberangkatan semula.
Diduga Terbawa Koper Penumpang
Kemunculan kutu kasur di dalam pesawat diduga berkaitan dengan aktivitas perjalanan penumpang. Serangga kecil tersebut kemungkinan masuk ke kabin melalui koper atau pakaian seseorang sebelum bersembunyi di antara kursi dan bagian interior pesawat.
Profesor Michelle Power, ahli parasitologi dari Macquarie University, Australia, mengatakan kutu kasur sangat erat kaitannya dengan mobilitas manusia. Serangga itu dapat terbawa dari hotel atau tempat lain yang telah terinfestasi, kemudian berpindah ke kendaraan maupun pesawat melalui barang bawaan.
Menurut Power, kutu kasur menyukai tempat gelap dan tertarik pada bau yang melekat pada pakaian manusia. Kondisi tersebut membuat koper dan pakaian menjadi salah satu jalur penyebaran yang memungkinkan.
“Mereka terkait dengan perjalanan. Orang mungkin pergi ke hotel yang dipenuhi serangga dan karena mereka menyukai tempat gelap dan tertarik pada bau pakaian manusia, mereka masuk ke dalam koper seseorang,” ujarnya.
Power menambahkan bahwa kutu kasur merupakan serangga tanpa sayap yang tidak dapat terbang. Meski demikian, ukurannya yang kecil dan kemampuannya bersembunyi di celah sempit membuat keberadaannya sulit diketahui hingga infestasi terlanjur terjadi.
Tidak Berbahaya, tetapi Sulit Dibasmi
Kutu kasur dikenal sebagai parasit pengisap darah yang dapat menyerang manusia dan sejumlah mamalia. Serangga ini umumnya tidak dianggap berbahaya, tetapi gigitannya bisa menimbulkan rasa gatal, kemerahan, dan iritasi pada kulit.
Masalah utamanya adalah kemampuan kutu kasur bertahan hidup dan bersembunyi dalam waktu lama. Serangga tersebut dapat berdiam di sela-sela kursi, celah furnitur, maupun lipatan kain tanpa mudah terdeteksi.
Karena itu, penanganan infestasi tidak cukup hanya dengan membersihkan permukaan yang terlihat. Pemeriksaan menyeluruh dan metode pengendalian hama yang tepat diperlukan untuk memastikan serangga beserta telurnya tidak tertinggal.
Power juga menyoroti ketimpangan dalam menghadapi masalah kutu kasur. Pelancong yang sering berpindah tempat berisiko membawa serangga dari satu lokasi ke lokasi lain. Sementara itu, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dapat menghadapi kesulitan mendapatkan layanan pengendalian hama atau melakukan penanganan yang memerlukan biaya tambahan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!