Punya Banyak Sumber Energi, Indonesia Bisa Lebih Mandiri! Ini Strategi yang Didorong
Jumat, 06 Nov 2026, 19:52 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Antara foto
BANDARLAMPUNG - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Surono mengatakan diversifikasi sumber energi penting dalam mencapai ketahanan energi.
"Diversifikasi sumber energi penting untuk mencapai ketahanan energi karena dapat mengurangi risiko ketergantungan pada sumber tertentu," ujar Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Surono pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung di Bandarlampung, Jumat.
Ia melanjutkan dengan diversifikasi juga dapat mengurangi dampak volatilitas harga energi global, mendukung pemanfaatan sumber energi domestik, dan meningkatkan keandalan sistem energi.
"Target bauran energi baru serta terbarukan (EBT) di 2060 itu berada pada kisaran 70-72 persen. Ini telah mempertimbangkan optimalisasi seluruh potensi energi dan keterbauran sejenisnya yaitu energi surya, hidro, bioenergi, panas bumi, nuklir, dan energi terbarukan lainnya seperti energi pasang surut gelombang laut, dan arus laut," katanya.
Dia mengatakan bila bauran energi primer dari energi baru terbarukan diproyeksikan naik, sebaliknya untuk porsi bauran energi batubara diproyeksikan mengalami penurunan
Sebaiknya Anda baca juga:
Bauran energi dari batubara di 2030 sekitar 40,7 persen, diproyeksikan menurun di 2040 menjadi 28,9 persen, di 2050 terus turun menjadi 19,1 persen, dan di 2060 turun menjadi 7,8 persen.
"Angka 38,7 persen kebutuhan minyak mentah kilang domestik di 2025 dipenuhi dari impor, 34,2 persen kebutuhan BBM domestik di 2025 dipenuhi dari impor, dan 80,6 persen kebutuhan LPG domestik di 2025 dipenuhi dari impor," ucap dia.
Menurut dia, oleh karena itu perlu dilakukan diversifikasi sumber dan jalur impor energi agar tidak bergantung pada sumber tertentu. Hal tersebut menjadi satu dari empat langkah prioritas untuk mengurangi ketergantungan akan impor.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kemudian langkah prioritas lain yang memperlengkapi lagi adalah dengan memperkuat stok operasional LPG dan BBM, kemudian mengoptimalkan produksi minyak mentah domestik, dan percepatan pembangunan dan pengoperasian cadangan penyangga energi (CPE)," tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!