Rupiah Melemah Sekitar 7,9 Persen Sepanjang Tahun Ini, Intervensi BI Belum Cukup?
Jumat, 06 Nov 2026, 19:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said.
JAKARTA – Nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini kian terpuruk di tengah gejolak global. Pelemahan ini mencerminkan tingginya kerentanan mata uang domestik terhadap gejolak eksternal.
Tekanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik, tetapi juga menunjukkan tantangan menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
Depresiasi rupiah berisiko meningkatkan biaya impor, memperbesar tekanan inflasi, serta menambah beban pembayaran utang luar negeri dan kebutuhan subsidi energi.
Kondisi ini menjadi ujian bagi Bank Indonesia dalam menyeimbangkan stabilitas nilai tukar dengan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tanpa penguatan fundamental domestik, arus investasi, dan pasokan devisa, intervensi moneter berisiko hanya menjadi penahan tekanan jangka pendek tanpa menyelesaikan kerentanan struktural rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak awal tahun hingga 6 November 2026, kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 1.318 poin atau sekitar 7,86 persen.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (6/11), bergerak melemah 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp18.089 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.082 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi adanya gangguan pasokan minyak di Asia Barat/Timur Tengah (Timteng).
“Pasar merespons negatif terhadap kapal-kapal tanker yang mendapat serangan di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), setidaknya lima kapal telah melaporkan insiden sejak hari Minggu (1/11), dengan frekuensi serangan yang mendekati rekor bulan Oktober, yakni 35 insiden yang melibatkan kapal.
Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah mencoba melintasi rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz.
Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di dekat Yanbu sebagai pusat ekspor minyak negara tersebut di Laut Merah di tengah berlanjutnya serangan dari Ansarullah Yaman (Houthi).
“Kekhawatiran mengenai pasokan juga meluas hingga ke luar Timur Tengah. Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Menurut analisis video Reuters, kilang Ryazan salah satu yang terbesar di Rusia tampaknya menjadi sasaran dalam serangan pesawat nirawak (drone) yang terjadi semalam,” ungkap Ibrahim.
Selain itu, prospek geopolitik disebut tetap tidak menentu menyusul pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, seiring Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali atas kedua majelis Kongres dari Partai Republik yang mendukung Presiden AS Donald Trump.
“Hasil tersebut sempat memicu harapan bahwa tekanan politik dapat mempercepat upaya untuk mengakhiri konflik. Namun, hasil pemilihan tersebut tidak menjamin tercapainya terobosan diplomatik,” kata dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.130 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.094 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!