Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Pangan Picu Inflasi DIY, Daya Tukar Petani Justru Naik

2 Senin, 02 Nov 2026, 18:15 WIB | Oleh:
Harga Pangan Picu Inflasi DIY, Daya Tukar Petani Justru Naik Harga Pangan Picu Inflasi DIY, Daya Tukar Petani Justru Naik Doc: Dok. Pexels

YOGYAKARTA — Kenaikan harga sejumlah bahan pangan mendorong inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,27 persen pada Oktober 2026. Namun, tekanan harga yang dirasakan konsumen tersebut berjalan beriringan dengan membaiknya daya tukar petani, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang naik 0,44 persen menjadi 114,33.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,81 persen dan memberikan andil 0,23 persen terhadap inflasi bulanan DIY.

Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan sejumlah komoditas pangan menjadi pendorong kenaikan harga pada Oktober. Cabai merah, tomat, beras, dan cabai rawit termasuk komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi.

Penurunan produksi sejumlah bahan pangan akibat faktor musim dan cuaca turut memengaruhi pergerakan harga. Selain pangan, kenaikan tarif akademi atau perguruan tinggi juga memberikan andil terhadap inflasi.

Sementara itu, penurunan harga emas perhiasan serta sejumlah bahan pangan, termasuk daging ayam ras dan telur ayam ras, menahan kenaikan inflasi lebih tinggi. Secara kumulatif, inflasi DIY sepanjang Januari hingga Oktober 2026 tercatat 2,08 persen.

Di tengah kenaikan sejumlah harga kebutuhan masyarakat, NTP DIY justru meningkat dari 113,82 pada September menjadi 114,33 pada Oktober 2026. Kenaikan tersebut menunjukkan perkembangan harga produk yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga barang dan jasa yang mereka keluarkan.

BPS mencatat indeks harga yang diterima petani meningkat 1,34 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik 0,90 persen. Kenaikan harga cabai merah, gabah, ketela pohon, dan salak menjadi sejumlah faktor yang mendorong peningkatan penerimaan petani.

Meski demikian, perbaikan daya tukar tidak terjadi secara merata pada seluruh subsektor pertanian. Tanaman perkebunan rakyat mencatat kenaikan NTP tertinggi, yakni 2,11 persen, terutama didorong kenaikan harga tembakau, kelapa, dan biji jambu mete.

Sebaliknya, peternakan menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan NTP. Kondisi tersebut dipengaruhi penurunan harga sejumlah komoditas, antara lain ayam ras pedaging, ayam kampung, kambing, dan telur itik.

Perbaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Pada Oktober 2026, NTUP DIY mencapai 118,10 atau meningkat 1,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan NTUP terjadi karena indeks harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang naik 0,27 persen. Namun, petani masih menghadapi kenaikan harga sejumlah komponen produksi, seperti jagung pipilan, konsentrat, bekatul, dan dedak.

Pergerakan inflasi dan NTP tersebut memperlihatkan dua sisi perkembangan harga pangan. Kenaikan harga sejumlah komoditas menambah tekanan pengeluaran konsumen, tetapi pada komoditas tertentu juga meningkatkan nilai yang diterima produsen pertanian.

Pemda DIY mendorong ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dari sentra produksi ke pasar, serta peningkatan produktivitas pertanian untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga bagi konsumen dan nilai ekonomi yang diterima petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
Ekonomi
Beras Makin Mahal, Dompet R...
Rona
Joko Anwar Masuk Daftar 50 ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.