Kenali Asal Bahan Baku Sebelum Memilih Susu Formula untuk Anak
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 21:47 WIB | Oleh: Haryo Brono- Memeriksa komposisi untuk mengetahui bahan utama dan kandungan produk.
- Menelusuri sumber susu serta informasi mengenai proses pengolahannya.
- Memindai kode QR pada kemasan untuk mengakses informasi perjalanan produk.
Melina, seorang ibu asal Surabaya yang mengunjungi stan AceKid di Willow Baby Expo (WILBEX) 2026 Vol. 2 pada September lalu, mengatakan komposisi menjadi salah satu pertimbangannya saat mencoba produk tersebut.
“Saya sebelumnya cukup banyak mencoba pilihan susu untuk anak dan belum menemukan yang benar-benar cocok. Yang membuat saya tertarik mencoba AceKid adalah komposisi utamanya susu segar, tanpa sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik. Saya juga bisa mengecek informasi mengenai sumber susunya,” ujarnya.
Melina juga membagikan pengalamannya bahwa anaknya mengalami pencernaan yang terasa lebih nyaman setelah rutin mengonsumsi produk tersebut. Ia menilai susu yang mudah larut turut memudahkan persiapan. Pengalaman tersebut merupakan kesaksian pribadi dan tidak dengan sendirinya membuktikan manfaat yang sama akan dialami semua anak.
Grace mengatakan perusahaan ingin konsumen tidak hanya mengandalkan informasi pada bagian depan kemasan, tetapi juga mencari tahu lebih jauh tentang bahan baku dan proses produksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bagi kami, transparansi bukan hanya memberikan daftar informasi, tetapi membantu orang tua memahami produk secara lebih utuh. Mulai dari susu segar sebagai komposisi utama, proses One-Step Fresh, hingga sumber susu yang dapat ditelusuri melalui Scan & Cek, seluruh informasi tersebut kami buka agar orang tua memiliki dasar yang lebih lengkap saat menentukan pilihan untuk anak,” katanya.
Meski informasi komposisi dan keterlacakan dapat membantu orang tua mengenali produk, pemilihan susu formula tetap perlu mempertimbangkan usia, kebutuhan gizi, dan kondisi anak. Pemberian ASI tetap dianjurkan sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi, dengan ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai tahap tumbuh kembang. Penggunaan susu formula sebaiknya mengikuti kebutuhan anak dan pertimbangan tenaga kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!