Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WTO Naikkan Perkiraan Pertumbuhan Perdagangan Tahun 2026 Karena Booming AI

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 09:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
WTO Naikkan Perkiraan Pertumbuhan Perdagangan Tahun 2026 Karena Booming AI Doc: WTO
Ket. Markas WTO di Jenewa, Swiss.

JENEWA - WTO secara signifikan menaikkan perkiraan pertumbuhan perdagangan global untuk tahun 2026, perdagangan barang didorong oleh booming AI dan terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan di tengah krisis Timur Tengah.

Berkat adaptasi rantai pasokan dan lonjakan investasi kecerdasan buatan, Organisasi Perdagangan Dunia kini memproyeksikan pertumbuhan volume perdagangan barang sebesar 3,9 persen tahun ini, naik dari 1,9 persen yang diprediksi pada bulan Maret.

WTO memperkirakan pertumbuhan perdagangan sebesar 4,1 persen tahun depan, naik dari 2,6 persen yang diprediksi tujuh bulan lalu.

PDB global diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,6 persen tahun ini dan 2,9 persen pada tahun 2027, tambahnya.

"Angka-angka tersebut mencerminkan ketahanan perdagangan yang nyata," kata kepala WTO Ngozi Okonjo-Iweala, Kamis (8/10). 

"Ketika terjadi gangguan, ekonomi dunia yang terintegrasi dan sistem perdagangan berbasis aturan memberikan fleksibilitas bagi perekonomian untuk menjaga agar produk-produk penting tetap mengalir ke bisnis dan rumah tangga yang membutuhkannya," katanya.

"Meskipun demikian, sebagian orang merasakan dampaknya lebih besar daripada yang lain, dan tidak semua orang dapat mengakses peluang baru seperti AI."

AI Imbangi Perang Iran 

WTO menyatakan meskipun gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz telah mengurangi pasokan energi dan menaikkan harga produk energi utama dan pupuk, sebagian besar perekonomian di luar kawasan tersebut tetap tangguh.

Laporan tersebut menyatakan bahwa rantai pasokan telah berhasil beradaptasi dengan gangguan di pasar energi, pupuk, dan transportasi yang disebabkan oleh perang Iran.

Perdagangan barang tumbuh sebesar 3,5 persen pada semester pertama tahun 2026, melebihi ekspektasi WTO.

Ekspor minyak mentah global hanya turun sekitar enam persen, dan ekspor gas alam cair turun satu persen.

Sementara itu, lalu lintas kontainer global justru meningkat sebesar 3,9 persen selama tujuh bulan pertama tahun 2026.

Dan permintaan yang kuat terkait dengan investasi AI "lebih dari cukup untuk mengimbangi dampak negatif" dari konflik tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Wisata
Pariwisata Indonesia Catat ...

KKP dan Kemenkeu Perkuat Tata Kelola PNBP Perikanan Tangkap

48 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
KKP dan Kemenkeu Perkuat Ta...
Advertisement
Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.