Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dubes: Imam Bukhari Jadi Simbol Persahabatan Indonesia-Uzbekistan

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 08:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dubes: Imam Bukhari Jadi Simbol Persahabatan Indonesia-Uzbekistan Doc: KBRI Tashkent
Ket. Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin (kiri) bersama Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov dalam resepsi diplomatik KBRI Tashkent pada Senin (5/10/2026).

JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin menegaskan Imam Bukhari sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Uzbekistan yang diharap dapat mendorong perluasan kerja sama antara kedua negara ke berbagai sektor.

Sebagaimana pernyataan tertulis KBRI Tashkent diterima di Jakarta, Kamis, Dubes berkata hubungan Indonesia dan Uzbekistan sudah terjalin sejak abad ke-14, yaitu ketika ajaran Imam Bukhari disebar para cendekiawan Muslim dari Samarkand ke nusantara.

Di hadapan Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov dalam kesempatan resepsi diplomatik pada Senin (5/10), Dubes Siti berkata ajaran Islam moderat dari Imam Bukhari adalah sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

Ia menyebut ajaran Imam Bukhari bahkan memberi inspirasi kepada Presiden Soekarno dan para pendiri bangsa saat merumuskan dasar pendirian Indonesia sebagai negara yang modern dan demokratis.

Siti lantas menyoroti kunjungan Presiden Soekarno ke makam Imam Bukhari ke Uzbekistan pada 1956 sebagai tonggak penting dari ikatan persahabatan antara kedua bangsa.

“Tahun ini menandai 70 tahun sejak Presiden Soekarno berkunjung ke Uzbekistan pada 4—6 September 1956. Peristiwa tersebut diakui sebagai kunjungan seorang kepala negara pertama ke Uzbekistan,” tambahnya.

Sosok Imam Bukhari menjadi bukti akan kuatnya pondasi Indonesia dan Uzbekistan dalam memperkuat kemitraan bilateral, khususnya ekonomi dan hubungan antarmasyarakat, kata Dubes Siti.

Pada periode Januari—Juli 2026, nilai perdagangan antara Indonesia dan Uzbekistan mencapai 123 juta dolar AS, meningkat 10 persen secara year-on-year (yoy), kata dia.

Di samping itu, Uzbekistan semakin menjadi pilihan singgah wisata bagi masyarakat Indonesia usai menjalani Umrah di Arab Saudi. Adapun kunjungan wisatawan Indonesia ke Uzbekistan mencapai 7.533 orang pada periode Januari—Agustus 2026, meningkat 65,5 persen yoy.

“Kompleks Makam Imam Bukhari, yang baru dibuka setelah pemugaran bertahun-tahun, menjadi tujuan baru bagi jamaah umrah asal Indonesia,” kata dia.

Demi mengoptimalkan peluang tersebut, Siti menyatakan dukungannya terhadap pembukaan penerbangan langsung antara Taskhent ke Jakarta dan Denpasar.

Dubes Siti meyakini bahwa penguatan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Uzbekistan dapat semakin mendorong perluasan kerja sama bilateral ke sektor-sektor lain demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Rupiah Masih Rawan - 09 Oktober 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 09 Okt...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.