Menkeu Suahasil Beberkan Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Rinciannya!
📅 Jumat, 09 Okt 2026, 10:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara merinci pembagian tugas tiga wakil menkeu dengan masing-masing tetap memperhatikan tanggung jawab fiskal lainnya.
Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, menjelaskan, secara umum menkeu dan tiga wamenkeu bekerja bersama dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta instansi bendahara negara.
Namun, tiap wakil menteri memiliki fokus kerja yang menjadi perhatian utama, dengan masing-masing tetap memperhatikan tanggung jawab fiskal lainnya.
“Sifatnya adalah fokus pekerjaan, berarti yang lainnya juga diperhatikan,” kata Suahasil.
Adapun rinciannya yaitu Wakil Menteri Keuangan Juda Agung akan berfokus menangani sektor keuangan, isu internasional, serta pembiayaan.
Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman bertanggung jawab atas penerimaan negara, termasuk di antaranya penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
“Kita semua tahu betapa pentingnya aspek penerimaan negara ini bagi APBN,” ujar Suahasil menambahkan.
Selanjutnya, Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman menjadi penanggung jawab belanja negara, perbendaharaan, serta transfer ke daerah (TKD).
Lalu, keempatnya, baik menkeu dan wamenkeu, akan fokus pada hubungan manajemen, organisasi, sumber daya manusia (SDM), anggaran Kementerian Keuangan, dan lain sebagainya.
“Jadi, kami akan bekerja secara bersama-sama, namun akan ada beberapa fokus wakil menteri yang sekarang formasinya komplit,” kata Suahasil.
Per 1 Oktober 2026, posisi wamenkeu kembali diisi oleh tiga orang seiring dengan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026, yang menunjuk Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman mendampingi Juda Agung untuk membantu tugas Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Luky Alfirman merupakan birokrat senior Kementerian Keuangan, sementara Nurkholisoh memiliki pengalaman panjang sebagai ekonom dan peneliti di Bank Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!