Pustakawan Wajib Adaptif di Era AI, Kreativitas Jadi Penentu Masa Depan
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 00:15 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz mendorong pustakawan memperkuat kreativitas dan kemampuan yang tidak dapat digantikan mesin seiring perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, sejumlah pekerjaan teknis perpustakaan seperti katalogisasi, klasifikasi, pengolahan bahan pustaka, dan pembuatan metadata bisa semakin cepat dilakukan dengan bantuan teknologi. OIeh karena itu, pustakawan perlu bergerak melampaui pekerjaan teknis (beyond technicalities) dengan mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir.
"Yang harus dikerjakan oleh manusia, dalam hal ini pustakawan, adalah beyond technicalities, harus setelah hal-hal teknis itu,” katanya saat membuka Rapat Kerja Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia (Rakernas IPI) 2026 di Semarang, Jawa Tengah, Selasa.
Ia menggambarkan kapasitas mesin dalam pekerjaan teknis dapat jauh melampaui manusia. Dalam waktu yang sama, manusia dapat mengerjakan sekitar 25 pekerjaan, sementara mesin mampu mencapai 1.000 pekerjaan.
"Untuk hal-hal yang sangat teknis, kita ganti dengan mesin, tetapi, untuk hal lainnya yang tidak bisa dilakukan oleh mesin, tetap menggunakan manusia," ujar Aminudin
Ia mengatakan pengembangan kompetensi pustakawan, termasuk melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), uji kompetensi, serta pembinaan profesi, perlu diarahkan pada penguatan kreativitas.
Aminudin juga menekankan manusia memiliki aspek rasa, nilai, dan moral yang tidak dimiliki mesin. Hal tersebut menjadi penting dalam menjaga peran pustakawan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum IPI Joko Santoso mengatakan AI semakin menegaskan pentingnya dimensi manusia dalam pelayanan perpustakaan.
"Mesin mungkin bisa menemukan triliunan data, namun hanya manusia, pustakawan-lah yang memiliki empati untuk mendengarkan keluh kesah pemustaka dan memahami ruang batin mereka," ujar Joko.
Rakernas IPI 2026 berlangsung 6-8 Oktober dengan tema "Pustakawan Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak" dan diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!