Asian Games 2026: Hujan Gagalkan Pesta Fans, Debut Alex Eala Digelar Tanpa Penonton
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 00:12 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNAGOYA, JEPANG — Antusiasme penggemar Filipina untuk menyaksikan langsung Alex Eala di Asian Games 2026 berubah menjadi kekecewaan. Hujan yang turun di Nagoya memaksa pertandingan petenis unggulan pertama putri itu dipindahkan ke lapangan indoor yang nyaris tanpa penonton.
Eala merupakan salah satu bintang olahraga terbesar Filipina. Petenis berperingkat dunia ke-18 itu tercatat sebagai petenis Filipina pertama yang meraih gelar WTA dan selalu mendapat sambutan meriah setiap kali bertanding.
Tak mengherankan jika pertandingan debutnya di Nagoya diperkirakan bakal menarik banyak penonton. Tiket untuk laga di lapangan utama Higashiyama Park Tennis Center yang berkapasitas 3.500 orang bahkan telah terjual habis.
Namun, hujan mengubah segalanya. Pertandingan Eala melawan petenis Thailand, Patcharin Cheapchandej, akhirnya dipindahkan ke lapangan indoor. Keputusan tersebut diambil ketika penyelenggara berusaha mengatasi penumpukan pertandingan akibat cuaca buruk.
Alih-alih bermain di hadapan ribuan penggemar dengan bendera Filipina, kemenangan Eala justru disaksikan hanya oleh beberapa puluh orang. Mereka terdiri atas awak media, ofisial tim, serta para relawan yang mengenakan kaus hijau.
Suasana di dalam arena pun jauh berbeda dari atmosfer pertandingan Asian Games pada umumnya. Di lapangan-lapangan di sebelahnya, pertandingan lain tetap berlangsung. Sorakan pelatih dan suara para pemain terdengar bersahutan, membuat suasana lebih menyerupai turnamen komunitas dibandingkan pesta olahraga terbesar di Asia. Namun, Eala tidak terganggu dengan situasi tersebut.
Eala justru tampil meyakinkan. Ia menghancurkan Patcharin dengan kemenangan telak 6-1, 6-0 untuk memastikan tiket ke perempat final.
Di babak berikutnya, Eala akan menghadapi unggulan pertama Taiwan, Joanna Garland.
“Menurut saya, pola pikirnya adalah siap menghadapi apa pun,” kata Eala kepada wartawan.
“Pada akhirnya, ukuran lapangannya tetap sama. Ini bukan pertama kalinya saya bermain dalam kondisi seperti ini dan kondisinya sebenarnya bagus.”
Ketika Eala tetap tenang menghadapi perubahan situasi, para penggemarnya justru harus menelan kekecewaan.
Pao Hernandez dan istrinya, Renelle, merupakan salah satu pasangan yang datang dari Davao City. Mereka sedang berlibur di Jepang ketika memutuskan membeli dua tiket seharga 4.000 yen atau sekitar 2,7 juta rupiah untuk menyaksikan Eala.
Mereka bahkan langsung bergegas menuju Nagoya. Namun, rencana tersebut kembali berantakan setelah sebelumnya Eala mendapat bye pada babak pertama dan pertandingan keduanya kini dipindahkan ke lapangan tertutup.
“Kami harus kembali ke Filipina, jadi ini menyedihkan. Benar-benar mengecewakan,” kata Hernandez. “Kami mencintainya karena dia membawa nama Filipina di pundaknya dan membuat tenis semakin populer. Ini seperti kebanggaan sebagai orang Filipina.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!