Menkeu Harus Jelaskan Konsekuensi Pernyataannya Terhadap Keuangan Negara
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiPekerjaan rumah pemerintah berikutnya adalah membuka fiscal history krisis 1997-1998 secara utuh.
“Publik perlu dapat melihat berapa surat utang diterbitkan, kepada siapa, berapa pokok dan bunga dibayar, berapa yang direstrukturisasi, berapa yang dibiayai kembali, serta berapa nilai aset atau kewajiban yang akhirnya kembali kepada negara,” kata Badiul.
Penyelesaian utang jelasnya bukan berarti sejarah kebijakan krisis selesai. Negara memang perlu menyelamatkan sistem keuangan ketika terjadi krisis sistemik, namun pengalaman BLBI harus menjadi pelajaran.
“Pengalaman BLBI harus menjadi pelajaran tentang siapa yang menerima manfaat penyelamatan, siapa yang menanggung biayanya, bagaimana moral hazard dicegah, dan bagaimana negara memastikan biaya penyelamatan tidak berlangsung lintas generasi,” katanya.
Badiul melihat pelunasan pada Agustus 2026 ini sebagai penutupan satu rekening kewajiban negara, bukan penutupan seluruh rekening sejarah fiskal krisis.
“Pemerintah seharusnya membuka audit trail 1998-2026 agar masyarakat mengetahui secara utuh berapa sebenarnya biaya penyelamatan sistem keuangan yang dibayar negara,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!