Tiongkok Mulai Waspadai Ancaman AI, Kemampuan Peretasan Bisa Ganggu Keamanan Nasional
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis"Beijing memperlakukan AI sebagai teknologi serbaguna, bukan 'dewa dalam kotak'," katanya.
Menurut Tse, Beijing memandang AI sebagai sesuatu yang lebih mirip dengan listrik atau mobil, yakni teknologi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan industri, tetapi pada akhirnya dapat dikelola melalui regulasi.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kemampuan AI baru-baru ini, sejumlah insiden besar yang menjadi "tembakan peringatan", serta laju pengembangan AI yang mengkhawatirkan melalui otomatisasi, telah membuat teknologi tersebut semakin menjadi prioritas.
Di jalanan Shanghai, AFP menemukan adanya perpaduan antara kekhawatiran dan sikap pragmatis terhadap AI.
"Menurut pandangan saya, tidak ada teknologi baru yang berkembang sepenuhnya tanpa hambatan," kata Xie Zongbo, 42 tahun.
Ia mengatakan kabar mengenai "worm" serangan siber yang dapat membobol WeChat justru mungkin merupakan "hal yang baik: mengidentifikasi masalah, menyelesaikannya, dan menambal celah tersebut pada akhirnya akan menguntungkan kemajuan keamanan siber".
Ada pula dukungan luas terhadap regulasi yang ketat.
"Saya yakin tidak ada perusahaan... yang akan memberlakukan pembatasan terhadap dirinya sendiri," kata seorang pekerja industri farmasi berusia 50 tahun yang menyebut namanya sebagai Jenny.
"Ambil contoh lalu lintas: pengemudi tidak akan pernah mengatakan, 'Saya ingin semua lampu lalu lintas berwarna merah'."
Jia Zijian, pendiri Inspired AI yang berbasis di Singapura, mengatakan kekhawatiran terbesarnya adalah model AI dengan kemampuan tinggi yang mampu mempelajari cara membobol kata sandi kompleks.
"Misalkan kata sandi penting atau kode kunci keamanan nasional tersebut dapat dibobol dengan mudah. Dalam situasi seperti itu... baik Tiongkok maupun AS akan berada dalam posisi rentan: jika kemampuan kami (Tiongkok) cukup kuat, mereka akan merasa terekspos.
"Dan jika kemampuan mereka cukup kuat sementara kami tidak memiliki pertahanan, kami juga akan berada dalam posisi rentan yang sama."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!