Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Mulai Waspadai Ancaman AI, Kemampuan Peretasan Bisa Ganggu Keamanan Nasional

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Mulai Waspadai Ancaman AI, Kemampuan Peretasan Bisa Ganggu Keamanan Nasional Doc: AFP
Ket. Kerja sama Tiongkok-AS dalam evaluasi keamanan AI atau sistem peringatan dapat terganggu oleh persaingan sengit di bidang tersebut.

Beijing - Ketika para peneliti kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat (AS) khawatir tentang superinteligensi yang berkembang di luar kendali hingga berpotensi memusnahkan umat manusia, pembuat kebijakan di Tiongkok selama ini lebih berfokus pada risiko yang lebih dekat, mulai dari deepfake hingga keselamatan anak.

Namun, kemampuan peretasan yang mengkhawatirkan dari model AI terkemuka membuat Beijing mulai melihat bahaya teknologi tersebut dari sudut pandang baru. Kepala badan intelijen Tiongkok memperingatkan pekan ini bahwa teknologi tersebut dapat membahayakan keamanan nasional.

Potensi kerentanan aplikasi raksasa Tiongkok, WeChat, juga terungkap baru-baru ini ketika sebuah tim kecil programmer di California mengatakan mereka menggunakan AI untuk membuat "worm" serangan siber yang jika dilepas dapat dengan mudah membobol jutaan akun WeChat.

"Ada lebih banyak persamaan daripada perbedaan dalam hal persoalan keamanan AI" di Tiongkok dan Amerika Serikat, kata Kevin Xu, pendiri perusahaan dana lindung nilai teknologi yang berbasis di AS, Interconnected Capital.

Namun, berbeda dengan di Amerika, persoalan tersebut "tidak menjadi bahan litigasi atau viral di ruang publik di Tiongkok", kata Xu kepada AFP.

Meski demikian, dampak keamanan siber dari bot agen AI yang bekerja tanpa pengawasan manusia "akan menempati posisi sangat tinggi di antara kekhawatiran terbesar pemerintah Tiongkok".

Seiring isu tersebut menjadi perhatian dunia, Presiden Xi Jinping dan mitranya dari AS, Donald Trump, menghadapi tekanan untuk membahas upaya menghadapi ancaman AI terhadap kedua negara dalam pertemuan langsung pada Kamis, meskipun keduanya bersaing ketat di bidang tersebut.

Kedua negara besar itu "sedang mengembangkan pemahaman yang lebih realistis dan sama mengenai risiko-risiko tersebut, sehingga meningkatkan rasa urgensi" untuk bekerja sama, kata Sun Chenghao dari Center for International Security and Strategy Universitas Tsinghua kepada AFP.

Namun, kerja sama dalam evaluasi keamanan bersama terhadap model AI atau sistem peringatan ketika krisis muncul dapat terganggu oleh persaingan sengit kedua negara.

"Kami memimpin Tiongkok dalam AI... dan sejujurnya saya ingin mempertahankannya seperti itu," kata Trump ketika ditanya mengenai seruan dari sejumlah laboratorium AI terkemuka di AS untuk melakukan perlambatan terkoordinasi terhadap pengembangan teknologi mutakhir mereka.

Sementara itu, Sun mengatakan, "Tiongkok khawatir bahwa 'keamanan' dapat digunakan sebagai alat untuk membatasi perkembangan teknologinya."

Posisi Rentan

Peringatan keras mengenai ancaman eksistensial yang ditimbulkan sistem AI masa depan yang mampu meningkatkan kemampuannya sendiri, yang diunggah pada Senin di platform X oleh seorang peneliti yang mengundurkan diri dari perusahaan rintisan AS, Anthropic, telah memicu perdebatan di seluruh dunia mengenai bagaimana teknologi tersebut seharusnya diatur.

Tiongkok sendiri telah secara aktif mengatur penggunaan AI, termasuk melarang pembuatan avatar yang dihasilkan AI dengan menggunakan kemiripan seseorang tanpa persetujuan mereka.

"Kebijakan AI Tiongkok lebih berfokus pada dampak nyata dan kerugian yang saat ini terjadi terhadap masyarakat dan manusia," kata Brian Tse, CEO Concordia AI, konsultan yang berbasis di Beijing dan berfokus pada keamanan AI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
Menko PM: Pemberdayaan UMKM...
Nasional
Keluarga Yudistiro tabur bu...
Rona
No Na Rilis Lagu “Star”...
Nasional
Kirab Merah Putih peringata...
Olahraga
Kapal pesiar jadi tempat ti...

Penyerahan bantuan presiden di Bandung

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penyerahan bantuan presiden...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.