PAM Jaya Sebut Desalinasi Air Laut di Jakarta Terkendala Biaya Operasional
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 17:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohMenurut Santika, penampungan tersebut memungkinkan air sungai dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air baku. Namun, air sungai juga memiliki tantangan karena mengandung polutan dalam jumlah tinggi.
"Memang menjadi problem lagi adalah polutan, polutannya sangat tinggi. Tetapi dengan adanya bak penampungan, otomatis secara alami akan terjadi pemisahan polutan-polutan tersebut dengan secara alami, yaitu pengendapan," tuturnya.
Santika menjelaskan keberadaan bak penampungan dapat membantu proses pemisahan polutan melalui pengendapan secara alami. Dengan demikian, penampungan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya pengelolaan sumber air baku sebelum air menjalani proses pengolahan lebih lanjut.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mengusulkan agar Pemprov DKI mulai mempertimbangkan teknologi desalinasi untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan air bersih. Ia menyebut pengalaman penerapan desalinasi di Kepulauan Seribu dapat menjadi salah satu pertimbangan.
"Mungkin juga langkah yang harus dilakukan adalah melakukan, di Kepulauan Seribu itu sudah ada desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar," kata Suhud di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (17/9).
Suhud mengatakan teknologi desalinasi telah digunakan di sejumlah wilayah Kepulauan Seribu. Menurutnya, penerapan tersebut dapat menjadi salah satu opsi yang dikembangkan untuk menghadapi kemungkinan kebutuhan air bersih Jakarta di masa mendatang.
Di sisi lain, PAM Jaya masih menghadapi pertimbangan teknis dan biaya dalam penggunaan desalinasi untuk Jakarta daratan. Tingginya kebutuhan energi, biaya operasional, serta biaya perawatan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam penerapan teknologi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!