Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rajata Putra Sarah Sechan Bikin Kagum, Pamerkan 150 Lukisannya dalam Pameran Tunggal di ArtSphere

📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 07:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rajata Putra Sarah Sechan Bikin Kagum, Pamerkan 150 Lukisannya dalam Pameran Tunggal di ArtSphere Doc: Rajata Hakim
Ket. Seniman Rajata Hakim membuka pameran seni tunggal perdananya di ArtSphere Gallery, lantai 2 Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan, hingga Minggu (27/9/2026).

JAKARTA - Seniman multidisipliner muda Indonesia Rajata Hakim mempertanyakan batas antara melihat dan merasakan seseorang melalui pameran seni tunggal perdananya, "Terlihat / Terasa", yang menghadirkan potret 150 orang asing dan eksplorasi tentang persepsi, ingatan, serta memori kolektif.

Pameran yang dikuratori Melissa Sunjaya dan menjadi bagian dari Project 1830 tersebut berlangsung hingga 27 September 2026 di ArtSphere Gallery, Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan.

Sebanyak 63 dari total 150 potret ditampilkan dalam pameran itu, sementara keseluruhan 150 potret sebelumnya dipamerkan dalam Project 1830 di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Rajata mengatakan wajah tidak selalu dapat menjelaskan identitas seseorang secara utuh.

Melalui potret yang dibuat menggunakan cat akrilik pada kertas kalkir berukuran A4, ia justru mempertahankan unsur ketidakpastian untuk menunjukkan keterbatasan manusia dalam mengubah pengamatan menjadi pemahaman.

"Saya tertarik pada momen ketika melihat mulai terasa seperti memahami, meskipun seringkali kita keliru menganggap keduanya identik. Semakin saksama saya mengamati seseorang, semakin saya menyadari bahwa perhatian tidak serta-merta melahirkan pemahaman. Keterbatasan tersebut justru saya biarkan membentuk karya," ujar Rajata Hakim.

Eksplorasi tersebut diperluas melalui rekaman suara sejumlah partisipan yang mendeskripsikan diri secara anonim dan dipasangkan dengan potret mereka.

Pendekatan itu mempertemukan identitas yang ditangkap melalui visual dengan cara seseorang mendefinisikan dirinya sendiri, sekaligus membuka pertanyaan mengenai apakah yang dilihat merupakan sosok sebenarnya atau interpretasi pengamat.

Rajata juga menyamarkan wajah Pangeran Diponegoro dalam salah satu karyanya untuk mempertanyakan identitas yang selama ini dianggap telah pasti.

"Saya sengaja menyamarkan wajah Diponegoro karena saya ingin melihat apa yang terjadi ketika sebuah identitas yang biasanya kita anggap sudah pasti justru dibuat tidak sepenuhnya terlihat. Biar publik menebak sendiri sosok yang menunggang kuda jingkrak berwarna putih itu siapa," kata Rajata Hakim.

Kurator Melissa Sunjaya mengatakan pendekatan tersebut berkaitan dengan ketertarikan Rajata terhadap arsip dan memori.

"Rajata tidak mencoba menghadirkan masa lalu atau seseorang sebagai sesuatu yang sudah selesai dan dapat dipahami sepenuhnya. Justru melalui keterbatasan pengamatan itu, karya-karyanya membuka pertanyaan tentang bagaimana kita membangun pengetahuan, bagaimana kita mengarsipkan, dan bagaimana pengalaman pribadi akhirnya ikut membentuk memori kolektif," jelas Melissa.

Dalam praktiknya, Rajata menggunakan beragam medium, mulai dari kanvas, kayu, tas, medium transparan hingga instalasi. Ia juga mempertahankan tepian terbuka dan guratan yang tidak sepenuhnya disempurnakan sebagai bagian dari proses penciptaan.

"Saya tidak berkarya untuk menuntaskan suatu pengalaman atau melindunginya dari kemungkinan menghilang. Saya berkarya untuk tinggal bersamanya cukup lama hingga kompleksitasnya dapat dikenali, sekaligus menyisakan ruang bagi orang lain untuk menemukan sesuatu dari dirinya sendiri di dalam karya tersebut," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Olahraga
Voli Putri Indonesia Amanka...
Megapolitan
Kemarau Picu Penurunan Debi...
Ekonomi
Indonesia Catat Produksi Na...

Pengukuhan Pengurus Perkapi

7 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan Pengurus Perkapi
Advertisement
Daftar Jalan dan Ikon Jakarta yang Gelap Dampak Pemadaman Lampu Sabtu Besok

Daftar Jalan dan Ikon Jakarta yang Gelap Dampak Pemadaman Lampu Sabtu Besok

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.