Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sampah Pesisir Menumpuk, Ekonomi Sirkular Jadi Jalan Keluar

📅 Senin, 14 Sep 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sampah Pesisir Menumpuk, Ekonomi Sirkular Jadi Jalan Keluar Doc: ANTARA FOTO/ Abdan Syakura.
Ket. Ilustrasi-Pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular untuk dijadikan bahan bakar alternatif.

JAKARTA – Pengelolaan sampah di kawasan pesisir kian mendesak seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, pariwisata, dan ekonomi yang menghasilkan timbulan sampah.

Jika tidak ditangani secara serius dari hulu hingga hilir, sampah bukan hanya merusak ekosistem laut dan garis pantai, tetapi juga mengancam potensi ekonomi pesisir serta kualitas hidup masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari laut.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen-KP) Didit Herdiawan Ashaf mendorong pengelolaan sampah di kawasan pesisir tidak berhenti pada kegiatan pembersihan, tetapi dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang dapat menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Didit mengatakan pengelolaan sampah pesisir perlu diintegrasikan dengan rantai pasok dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, industri, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

“Mulai dari sampah organik didorong masuk ke rantai daur ulang. Dan pemrosesannya ini pun bersama-sama,” ujar Didit dalam dalam acara forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Jakarta, Senin (14/9).

Didit mengatakan pendekatan tersebut penting karena persoalan sampah di kawasan pesisir tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi pemerintah. Masyarakat sebagai pengguna kawasan, industri sebagai pelaku ekonomi, serta pemerintah perlu memiliki peran dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Didit mencontohkan langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program pembersihan sampah plastik di laut atau Laut Sebasah. Dalam program tersebut, nelayan didorong untuk membawa kembali sampah yang mereka bawa saat melaut sehingga tidak dibuang ke laut.

“Kalau dia berangkat bawa tas plastik atau tas kresek empat, harus pulangnya bawa empat. Berangkatnya lima, pulangnya lima, tidak boleh dibuang di laut, inilah salah satu program kami untuk mengintervensi bahwa sampah plastik di laut itu bersih,” katanya.

Menurut Didit, intervensi ini juga merupakan bagian dari program integrasi agar daerah sekitar nelayan tidak kumuh.

Ia juga mengatakan pengelolaan sampah tersebut kemudian perlu dilanjutkan dengan pemilahan dan pengolahan agar sampah tidak sekadar dipindahkan dari laut ke tempat pembuangan, tetapi dapat masuk ke dalam rantai ekonomi.

Didit menekankan pengembangan model tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pihak agar rantai pengumpulan hingga pemrosesan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pengembangan ekonomi sirkular tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan KKP dalam membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Didit menekankan bahwa pembangunan kawasan nelayan tidak cukup hanya dengan menyediakan infrastruktur fisik, tetapi juga harus diikuti mitigasi, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan.

Dia mengatakan pembangunan KNMP perlu diintegrasikan dengan berbagai aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan pesisir sehingga manfaat pembangunan tidak hanya berasal dari peningkatan produksi perikanan.

“Bukan hanya semata dibangun fisik, namun membangun fisik juga dengan seluruh kegiatan yang ada kaitan peningkatan kesejahteraan dan sosial di daerah masing-masing,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...

Fenomena Konjungsi Bulan dan Venus

1.5 jam yang lalu | Winoto Wahyu

Rona
Fenomena Konjungsi Bulan da...
Luar Negeri
Kanada Cari Celah Pererat H...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.