Berat Badan Sulit Turun Meski Sudah Diet? Ini Penjelasan Medisnya
📅 Senin, 14 Sep 2026, 18:15 WIB | Oleh: Haryo Brono“Kalau dalam dua sampai tiga bulan berat badan atau lingkar perut terus meningkat, itu sudah menjadi tanda bahaya awal,” ujarnya.
Keluhan seperti mudah lelah, nyeri lutut ketika melakukan aktivitas, tubuh terasa tidak segar setelah bangun tidur, atau aktivitas harian yang mulai terganggu juga dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Penanganan Tidak Sama untuk Setiap Orang
Karena penyebab dan kondisi setiap orang berbeda, penanganan obesitas tidak dapat menggunakan pendekatan yang sama untuk semua pasien. Evaluasi oleh dokter dapat mencakup penilaian pola makan, kondisi metabolik, komposisi tubuh, aktivitas fisik, serta kemungkinan adanya penyakit penyerta. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan pendekatan penanganan yang sesuai.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, misalnya, tidak hanya berfokus pada penyusunan menu makanan. Evaluasi juga dapat mencakup faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penumpukan lemak dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Perubahan gaya hidup tetap menjadi bagian penting dalam penanganan obesitas. Perubahan tersebut mencakup pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik sesuai kemampuan, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres.
Pada kondisi tertentu, perubahan gaya hidup saja mungkin belum cukup. Dalam situasi tersebut, dokter dapat mempertimbangkan terapi medis tambahan, termasuk penggunaan obat-obatan untuk obesitas, berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien.
Penggunaan obat tidak seharusnya dilakukan secara mandiri. Jenis terapi, dosis, manfaat, risiko, dan kesesuaiannya perlu ditentukan berdasarkan evaluasi tenaga kesehatan.
Mencari Informasi yang Tepat
Meningkatnya informasi mengenai diet dan penurunan berat badan di media sosial membuat masyarakat memiliki banyak pilihan metode. Namun, banyaknya informasi tidak selalu berarti seluruh informasi tersebut memiliki dasar medis yang memadai.
Pemahaman bahwa obesitas merupakan penyakit kronis dapat membantu mengubah cara pandang terhadap persoalan berat badan. Kesulitan menurunkan berat badan tidak selalu menunjukkan kegagalan atau kurangnya kemauan seseorang, tetapi dapat berkaitan dengan berbagai faktor biologis dan lingkungan yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Untuk membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai obesitas, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) menghadirkan platform edukasi www.obesityisadisease-id.com melalui kampanye #BeraniBicaraBerat.
Platform tersebut menyediakan informasi dan materi edukasi mengenai obesitas, termasuk panduan untuk memahami kondisi berat badan. Salah satu fitur yang tersedia adalah kalkulator BMI yang dapat digunakan sebagai alat skrining awal.
Meski demikian, informasi daring dan kalkulator BMI tidak menggantikan pemeriksaan medis. Bagi seseorang yang mengalami kenaikan berat badan atau lingkar perut secara terus-menerus maupun memiliki keluhan kesehatan yang berkaitan, konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi dan menentukan penanganan yang sesuai.
Pada akhirnya, pengelolaan berat badan bukan sekadar persoalan seberapa banyak seseorang makan atau seberapa sering berolahraga. Obesitas memiliki mekanisme yang kompleks sehingga penanganannya juga perlu mempertimbangkan kondisi setiap individu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!