Pemprov DKI Jadikan Perpustakaan Ruang Anak Berkarya
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 14:50 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai ruang bagi anak-anak untuk berkarya dan mengembangkan kreativitas, tidak hanya sebagai tempat membaca buku.
"Perpustakaan tidak hanya menyediakan buku untuk dibaca, tetapi juga menyiapkan ruang untuk berkarya dan menghasilkan buku," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono saat membuka pameran Karya Raya 2026 di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan penyediaan ruang berkarya menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak untuk mengembangkan kreativitas di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Dia menilai perkembangan teknologi dan penggunaan gawai di kalangan anak tidak semestinya mematikan kreativitas mereka.
Oleh karena itu, Pemprov DKI berupaya menyediakan ruang yang dapat digunakan anak untuk melakukan berbagai aktivitas kreatif.
"Kami ingin menyediakan ruang anak-anak untuk berkarya, supaya aktivitas-aktivitas fisik, aktivitas untuk melakukan penggambaran dan sebagainya itu minimal mengurangi aktivitas mereka dengan gawai," ujar Nasruddin.
Menurut dia, perpustakaan memiliki peran penting dalam menyediakan kesempatan bagi anak untuk mencoba, berimajinasi, dan mendapatkan apresiasi atas karya yang dihasilkan.
Hal tersebut, kata dia, terlihat dari perkembangan kegiatan Karya Raya yang setiap tahun menghimpun semakin banyak karya buku anak.
Pada 2023, tercatat 638 buku, kemudian meningkat menjadi 1.081 buku pada 2024 dan 1.870 buku pada 2025.
"Dan tahun ini mencapai 2.053 buku karya anak," ungkap Nasruddin.
Dia menyebutkan program tersebut selama empat tahun telah melibatkan sekitar 300 sekolah dan menghasilkan lebih dari 5.000 buku karya anak.
Pameran itu juga memperoleh rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pameran buku karya anak terbanyak di Indonesia.
Meski demikian, dia menekankan pencapaian utama program tersebut bukan semata jumlah buku maupun penghargaan, melainkan tumbuhnya kepercayaan diri anak untuk menyampaikan gagasan melalui karya.
"Ketika anak diberi ruang untuk bertumbuh, sesungguhnya kita sedang menemukan masa depan Jakarta," tutur Nasruddin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!