Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Patahan Surabaya Viral, Pakar Ungkap Fakta dan Minta Warga Tak Panik

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Prof Danny Hilman Natawidjaja mengatakan masih terdapat ketidakpastian mengenai sejumlah sumber gempa di Jawa sehingga penelitian perlu terus dilakukan untuk meningkatkan akurasi penilaian risiko.

"Pengetahuan kita mengenai sesar aktif di Jawa masih menyimpan banyak ketidakpastian. Ada sejumlah sesar yang sudah diketahui, tetapi karakteristik pentingnya seperti laju pergeseran, segmentasi, hingga magnitudo maksimum masih belum sepenuhnya dipahami," katanya.

Danny menyebut Jawa memiliki sistem sumber gempa yang kompleks. Selain zona subduksi atau megathrust di selatan Jawa, terdapat berbagai sesar di daratan yang berpotensi memicu gempa merusak.

Salah satu struktur yang menjadi perhatian adalah Java Back-Arc Thrust, sesar naik besar yang membentang di wilayah utara Jawa hingga sekitar Surabaya.

Menurut Danny, peta sesar aktif dan peta bahaya gempa tidak bersifat statis. Peta tersebut terus diperbarui seiring munculnya temuan baru dari penelitian geologi dan kegempaan.

"Setiap bukti geologi baru dapat mengubah pemahaman kita mengenai sumber gempa. Dampaknya mungkin tidak terlalu besar pada skala regional, tetapi dapat signifikan bagi penilaian bahaya di tingkat lokal," ujarnya.

Mitigasi Harus Diperkuat

Amien mendorong Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kesiapsiagaan dengan memasang alat pendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah serta memperbarui peta kawasan rawan gempa.

Langkah tersebut penting untuk menjadi dasar kebijakan pembangunan, termasuk memastikan bangunan di kawasan berisiko memenuhi standar bangunan tahan gempa.

Mitigasi juga perlu mencakup pemeriksaan bangunan dan fasilitas publik, terutama sekolah, rumah sakit, pusat layanan darurat, serta fasilitas pemerintahan. Latihan evakuasi dan edukasi kebencanaan juga perlu dilakukan secara berkala.

Kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan memasang alat pemantau. Data hasil pemantauan perlu terhubung dengan tata ruang, standar bangunan, jalur evakuasi, sistem peringatan, dan komunikasi publik.

Dengan demikian, keberadaan patahan tidak perlu menjadi sumber kepanikan. Informasi tersebut justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan.

Surabaya tidak harus menunggu gempa terjadi untuk belajar menghadapi gempa. Kota tersebut masih memiliki ruang untuk memperkuat bangunan, memperbarui peta risiko, meningkatkan edukasi, dan memastikan sistem mitigasi berjalan.

Pesan utamanya sederhana: jangan panik, tetapi jangan lengah. Kota yang tangguh bukan kota tanpa risiko, melainkan kota yang mengenali risikonya dan terus mengurangi kerentanannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Nasional
Perum Bulog Gandeng TNI Per...
Rona
Layanan Rail Clinic dan Lib...
Megapolitan
Pemugaran Rumah Raden Saleh...
Ekonomi
Indeks keyakinan konsumen A...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.