Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Ganda Saat Kemarau! Banjar Perkuat Mitigasi Karhutla dan Krisis Air

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 01:36 WIB | Oleh:
Ancaman Ganda Saat Kemarau! Banjar Perkuat Mitigasi Karhutla dan Krisis Air Doc: Antara foto/HO-Medcen Kominfo Banjar
Ket. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar menggelar Rakor bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri serta relawan guna memperkuat sinergi penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan serta krisis air bersih, di Banjar, Rabu (9/9).

BANJAR - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan memperkuat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih untuk menghadapi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027.

Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, dunia usaha, dan relawan untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.

Sekda Banjar H Yudi Andrea di Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu, meminta pengelola waduk dan PTAM Intan Banjar meningkatkan pemantauan ketersediaan air bersih, terutama apabila curah hujan terus menurun hingga November mendatang.

“Pemantauan terhadap ketersediaan air bersih harus terus dilakukan, terutama jika kondisi curah hujan masih rendah hingga November. Kita harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.

Yudi mengatakan penyusutan debit Waduk Riam Kanan di Aranio menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian karena waduk tersebut memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan air baku, pertanian, dan pasokan energi masyarakat.

Selain krisis air, Pemkab Banjar mewaspadai potensi munculnya titik api dari aktivitas pembukaan atau pengelolaan lahan setelah musim panen, sehingga para camat diminta aktif turun ke desa untuk memberikan edukasi kepada petani.

“Saya mohon para camat tidak lelah turun ke desa-desa, berdialog dengan petani, dan mengedukasi masyarakat agar mengelola lahan tanpa membakar. Gunakan pendekatan melalui tokoh dan alim ulama agar informasi lebih efektif diterima,” tegasnya.

Pemkab Banjar juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab kebakaran lahan, termasuk isu yang menyebut karhutla sengaja dilakukan untuk pembukaan perkebunan sawit.

Dari sisi kesehatan, ucapnya, Dinas Kesehatan Banjar, diminta mengantisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan kabut asap dengan memastikan ketersediaan masker dan memprioritaskan distribusi ke wilayah yang paling terdampak.

“Hilangkan sekat-sekat birokrasi jika itu menyangkut keselamatan rakyat. Kita harus cepat, tepat dan terpadu dalam bertindak,” tutup Yudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.