Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yusril: Aturan Tertulis tak Selalu Cukup Hadapi Persoalan Kehidupan

📅 Senin, 07 Sep 2026, 16:20 WIB | Oleh:
Yusril: Aturan Tertulis tak Selalu Cukup Hadapi Persoalan Kehidupan Doc: ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas RI
Ket. Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru President University melalui PREUNI 2026 di Auditorium President University, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (3/9).

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengingatkan aturan tertulis saja tidak selalu cukup dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru President University melalui PREUNI 2026 di Auditorium President University, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (3/9), dia mengatakan dibutuhkan penilaian yang jernih, integritas, serta niat yang tulus dalam menentukan sebuah keputusan.

"Hal ini berbekal pengalaman saya di bidang hukum dan pelayanan publik," kata Yusril, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Maka dari itu, ia mengajak mahasiswa baru President University untuk memanfaatkan kebebasan di dunia perkuliahan dengan penuh tanggung jawab sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis dan menghargai perbedaan.

Menurut Yusril, memasuki perguruan tinggi merupakan fase penting karena mahasiswa mulai memiliki kendali yang lebih besar dalam menentukan pilihan, mulai dari bidang yang ingin dipelajari, buku yang dibaca, hingga lingkungan tempat bertukar gagasan.

Dikatakan bahwa kebebasan tersebut sangat menyenangkan, tetapi selalu datang bersama tanggung jawab.

"Anda bebas mengambil keputusan, tetapi Anda juga harus bersiap untuk menjelaskan alasannya dan menerima segala konsekuensinya," ujar dia.

Dia menekankan pendidikan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai jalan untuk memperoleh pekerjaan atau penghasilan.

Lebih dari itu, sambung dia, pendidikan merupakan fondasi untuk membangun kehidupan yang mandiri sekaligus membentuk cara seseorang berpikir dan mengambil keputusan.

Di lingkungan universitas, lanjut Menko, mahasiswa dituntut untuk tidak sekadar menghafal, tetapi mampu mempertanyakan dasar sebuah argumentasi, menguji gagasan, serta bersedia mendengarkan pandangan yang berbeda.

"Orang yang terdidik tidak akan pernah malu untuk mengatakan 'saya tidak tahu'. Menyadari bahwa kita belum tahu adalah langkah pertama menuju pengetahuan karena masalah sering kali bermula ketika seseorang merasa sudah mengetahui segalanya," kata Yusril.

Dengan demikian, dirinya meminta mahasiswa tidak terbebani apabila belum memiliki gambaran pasti mengenai masa depan, sebab rencana, pilihan, dan minat seseorang dapat berubah seiring perjalanan hidup dan pengalaman yang diperoleh.

Menko menekankan kegagalan pun bisa mengarahkan seseorang pada jalan yang berbeda sehingga merupakan hal yang sangat wajar.

"Belajar lah dengan sungguh-sungguh. Jangan takut untuk mengubah pandangan Anda saat menemukan argumen yang lebih baik dan jadi lah pribadi yang menggunakan pengetahuan serta kebebasannya dengan penuh tanggung jawab," tutur Menko menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.