Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kamboja Dorong Penyelesaian Sengketa Perbatasan dengan Tailan

📅 Senin, 28 Sep 2026, 02:18 WIB | Oleh:
Kamboja Dorong Penyelesaian Sengketa Perbatasan dengan Tailan Doc: AFP/CHARLY TRIBALLEAU
Ket. Prak Sokhonn

NEW YORK - Kamboja mendorong penyelesaian sengketa dengan Tailan secara adil dan langgeng serta menegaskan pentingnya menghormati kesetaraan kedaulatan negara, kata Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja Prak Sokhonn.

Dalam pidatonya pada Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Sabtu (26/9), Prak mengatakan ketegangan dan konflik terbaru antara Kamboja dan Tailan telah “mengikis kepercayaan dan keyakinan secara serius”.

Karena itu, dia menyerukan pelaksanaan penuh kesepakatan yang telah dicapai kedua negara serta segera melanjutkan pekerjaan survei dan demarkasi melalui Komisi Perbatasan Bersama.

Menurut Prak, dimulainya kembali pekerjaan tersebut penting untuk menyelesaikan persoalan perbatasan yang masih tertunda dan menetapkan batas yang jelas serta diakui bersama sesuai hukum internasional dan perjanjian yang berlaku.

Prak juga mengatakan lebih dari 20.000 warga sipil Kamboja masih belum dapat kembali ke rumah akibat situasi di wilayah perbatasan. Ia menyerukan agar mereka dapat segera pulang.

Mengutip Pelapor Khusus PBB yang mengunjungi wilayah perbatasan pada Juli, Prak mengatakan, “Mereka membutuhkan dan berhak untuk pulang.”

Dia menekankan bahwa pembangunan kembali kepercayaan antara kedua negara harus didasarkan pada komitmen konkret, termasuk pelaksanaan penuh dan efektif, dengan itikad baik, atas kesepakatan yang telah dicapai.

Kesepakatan tersebut mencakup Deklarasi Bersama Kuala Lumpur, Konsensus Fuxian, dan khususnya Pernyataan Bersama 27 Desember 2025. Kedua pihak dalam pernyataan itu berkomitmen menolak ancaman atau penggunaan kekuatan, menghormati batas wilayah internasional, serta mengambil langkah konkret untuk meredakan ketegangan, membangun kembali kepercayaan, dan menormalisasi hubungan bilateral.

“Membangun kembali kepercayaan bukan sekadar sesuatu yang diinginkan. Hal itu sangat penting bagi masa depan hubungan bilateral kita serta kepentingan bersama dalam mencapai perdamaian yang langgeng dan hubungan bertetangga yang baik,” kata Prak.

Ia juga menyerukan penghentian aktivitas di wilayah yang diduduki yang dapat menciptakan atau mengukuhkan fait accompli. Menurut dia, penghentian aktivitas tersebut akan menunjukkan itikad baik dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Penyelesaian Adil

Terkait sengketa maritim, Prak mengatakan Kamboja telah memulai proses konsiliasi wajib berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) setelah Tailan mengakhiri memorandum tahun 2001 yang menjadi kerangka pembahasan persoalan tersebut.

“Kamboja dan Tailan sama-sama akan mendapatkan manfaat dari penyelesaian yang adil dan langgeng,” kata Prak.

Dia mengatakan Phnom Penh tetap mengupayakan hubungan dengan Bangkok berdasarkan “perdamaian, kerja sama, dan rasa saling menghormati”. Menurut dia, penyelesaian melalui mekanisme hukum internasional dapat membantu kedua negara menjembatani perbedaan dan membangun kembali kepercayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Meriahnya Pembukaan Asian P...
Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.