Jerman Dorong Pemulangan Cepat Migran di Tengah Krisis Ceuta
📅 Senin, 28 Sep 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiBerlin - Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyerukan penerapan prosedur pemulangan cepat bagi migran yang masuk secara ilegal dalam situasi penyeberangan massal di perbatasan eksternal Uni Eropa (UE), menyusul gelombang migrasi di Ceuta pada akhir Juli 2026.
"Diperlukan mekanisme baru di tingkat Eropa untuk merespons krisis migrasi," kata Dobrindt dalam pertemuan Menteri Dalam Negeri UE di Munich, Sabtu (26/9).
Menurut dia, mekanisme tersebut diperlukan untuk menghadapi situasi luar biasa di perbatasan eksternal UE, termasuk seperti yang terjadi di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan dengan Maroko.
Dikutip dari Antara, Dobrindt mengatakan prosedur yang diterapkan dalam kondisi tersebut seharusnya bukan prosedur suaka standar, melainkan mekanisme pemulangan yang dipercepat ketika situasi dinilai tidak berkaitan dengan keadaan darurat kemanusiaan.
"Ini bukan tentang memulai prosedur suaka standar, melainkan secara khusus prosedur pemulangan yang dipercepat karena situasi ini merupakan keadaan darurat yang tidak berkaitan dengan krisis kemanusiaan," katanya.
"Sebaliknya, ini merupakan tindakan sengaja untuk melintasi perbatasan eksternal UE secara ilegal," tambahnya.
Pada akhir Juli, lebih dari 72.000 orang masuk secara massal ke Ceuta dari Maroko. Sebagian besar kemudian kembali ke Maroko, sementara pemerintah Spanyol memperkirakan sekitar 12.000 migran masih berada di wilayah tersebut.
Dobrindt menilai gelombang migrasi seperti itu tidak selalu dipicu keadaan darurat kemanusiaan. Menurut dia, disinformasi dan aktivitas kelompok penyelundup dapat menjadi faktor yang mendorong penyeberangan massal.
"Gelombang ini bukan disebabkan oleh keadaan darurat kemanusiaan, melainkan oleh disinformasi," kata Dobrindt.
Ia mengatakan kasus Ceuta menunjukkan perlunya mekanisme Eropa yang memungkinkan negara-negara anggota merespons lebih cepat ketika menghadapi situasi luar biasa di perbatasan eksternal UE.
Selain prosedur pemulangan cepat, Dobrindt mengusulkan penguatan peran Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa (Frontex) melalui pembentukan pasukan reaksi cepat.
"Mekanisme dukungan baru bagi negara-negara akan dibentuk, khususnya dengan membentuk pasukan reaksi cepat Frontex yang mampu memberikan dukungan yang diperlukan kepada negara-negara tersebut di perbatasan eksternal UE dalam waktu 24 jam," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!