Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Baru Dunia Kesehatan Aceh, 123 Dokter Umum Mulai Orientasi Pendidikan Spesialis

📅 Senin, 28 Sep 2026, 02:04 WIB | Oleh:
Kabar Baru Dunia Kesehatan Aceh, 123 Dokter Umum Mulai Orientasi Pendidikan Spesialis Doc: Antara foto/HO-Humas RSUDZA
Ket. Orientasi program pendidikan dokter spesialis, Subspesialis, dan Fellowship Angkatan II Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.

BANDA ACEH - Sebanyak 123 dokter umum mengikuti orientasi Program Pendidikan Dokter Spesialis, Subspesialis, dan Fellowship Angkatan II Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Direktur RSUDZA Muhazar Harun di Banda Aceh, Minggu, mengatakan para peserta memasuki tahap awal pendidikan klinis di rumah sakit rujukan utama Aceh dengan penekanan pada kompetensi, integritas, dan keselamatan pasien.

"Sejak hari pertama berada di RSUDZA, peserta didik adalah bagian dari sistem pelayanan rumah sakit. Setiap keputusan, komunikasi, pencatatan, dan tindakan dapat memengaruhi mutu pelayanan serta keselamatan pasien," kata Muhazar.

Muhazar menjelaskan peserta didik tidak hanya dituntut menguasai ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki etika, kemampuan komunikasi, empati, serta tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Sebagai rumah sakit rujukan sekaligus rumah sakit pendidikan utama di Aceh, RSUDZA menjadi tempat peserta didik menangani berbagai kasus kompleks dengan latar belakang pasien yang beragam.

Karena itu, keselamatan pasien harus menjadi prioritas dalam setiap proses pendidikan dan pelayanan di rumah sakit.

Muhazar meminta peserta menjalankan tugas sesuai kompetensi dan kewenangan klinis serta mengikuti jenjang supervisi yang telah ditetapkan.

Peserta didik juga diminta tidak ragu berkonsultasi apabila menghadapi kondisi di luar kemampuan atau kewenangan klinisnya.

"Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, tetapi bentuk profesionalisme dan tanggung jawab kepada pasien," katanya.

Selain kompetensi klinis, peserta didik diminta menjaga etika, komunikasi, kerahasiaan medis, dan martabat pasien selama menjalani pendidikan.

RSUDZA juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, saling menghormati, serta bebas dari perundungan dan budaya senioritas yang tidak mendidik.

Para supervisor, ketua kelompok staf medis (KSM), konsultan, dan tenaga pendidik klinis diminta memberikan bimbingan secara konsisten, adil, dan manusiawi.

Sementara itu, peserta didik diingatkan agar tidak sekadar mengejar jumlah kasus atau pemenuhan buku catatan kegiatan pendidikan.

"Setiap pasien adalah amanah, bukan sekadar objek pembelajaran," tegas Muhazar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Tantangan Media di Era AI M...
Daerah
Keamanan Jayapura Diperkuat...
Luar Negeri
Russia Tuduh Eropa Berusaha...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.