Tingkatkan Produksi Susu, Jateng Gunakan Teknologi Inseminasi Buatan untuk Atur Jenis Kelamin Anak Sapi.
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 16:59 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak produksi susu sapi perah di wilayahnya, salah satunya melalui inovasi teknologi yang memungkinkan peternak mengatur jenis kelamin anak sapi melalui inseminasi buatan.
"Teknologi inseminasi buatan tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan peternakan di Jateng," kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Jumat, saat menghadiri acara Jateng Livestock Fest 2026 di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jateng.
Dengan teknologi itu, menurut Wagub, peternak dapat menyesuaikan kelahiran anak sapi dengan kebutuhan pengembangan ternaknya dan inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan populasi sapi perah dan produksi susu di Jawa Tengah.
"Kalau masyarakat pengin sapinya betina, ya dicarakan di sini. Kalau pengin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Ia menyebutkan Jateng saat ini memberikan kontribusi sekitar 9,4 persen terhadap produksi susu nasional dan menempati peringkat ketiga secara nasional.
Dalam kegiatan itu, Pemprov Jateng menandatangani komitmen bersama mengenai pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Kabupaten Brebes.
Sementara itu, Kepala Distannak Jateng Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan teknologi inseminasi buatan tersebut menggunakan semen beku sapi perah sexing yang dikembangkan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jateng.
Teknologi tersebut memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi yang dihasilkan melalui inseminasi buatan sesuai kebutuhan.
"Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng menyerahkan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang.
Bantuan sapi perah juga diberikan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Selain itu, sertifikat GFP diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, dan Kelompok Tani Sepet Harum II, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Pengembangan sapi perah di Batang dan Brebes menjadi bagian dari langkah Pemprov Jateng memperkuat ekosistem persusuan, serta ditandai juga ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jateng atau Gerakan Pengembangan Persusuan Jateng.
Jateng Livestock Fest 2026 merupakan rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 26 September 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!