Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tawuran Antarwarga di Klender Jakarta Timur Sebabkan Macet hingga 2 Km Lebih

📅 Senin, 25 Mei 2026, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tawuran Antarwarga di Klender Jakarta Timur Sebabkan Macet hingga 2 Km Lebih Doc: ANTARA
Ket. Tawuran antarwarga di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (25/5/2026) pagi.

JAKARTA – Tawuran antarwarga kembali terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim), pada Senin pagi sehingga menyebabkan kemacetan panjang lebih dari 2 kilometer (km).

"Terganggu, ganggu banget, mana hari Senin, orang mulai beraktivitas, pagi-pagi pula, malah macet panjang begini karena ada tawuran," kata salah seorang pengendara motor Alwan (32) di lokasi kejadian, Jakarta Timur, Senin (25/5).

Aksi saling serang terjadi sejak pagi hari dan membuat arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju Cipinang lumpuh total.

Bentrokan yang melibatkan warga Kebon Singkong, Klender, dengan warga Cipinang Jagal, Pulogadung, itu membuat para pengendara motor maupun mobil terpaksa berhenti dan menunggu situasi aman sebelum melintas di lokasi.

Kedua kelompok warga terlihat saling menyerang menggunakan senjata tajam, lemparan batu, dan petasan. Situasi mencekam membuat pengguna jalan memilih menepi agar tidak terkena serangan.

Menurut Alwan, bentrokan antarwarga bukan hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menghambat aktivitas masyarakat yang hendak bekerja.

"Aksi yang tidak bermanfaat seperti ini yang seharusnya bisa langsung ditindak tegas biar gak terulang," ujar Alwan.

Sementara itu, pengendara motor lainnya Rio (40) mengatakan tawuran di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai memang tidak terjadi setiap hari, namun cukup sering sehingga membuat masyarakat resah. Kemacetan yang ditimbulkan juga dinilai merugikan para pengguna jalan.

"Iya, tidak setiap hari tawurannya. Maksudnya, jarang-jarang, cuma kan kayak gini kan macet, kan rugi tetap buat masyarakat atau pengguna jalan," ucap Rio.

Sebagai pengguna jalan yang hampir setiap hari melintas di kawasan tersebut, dia pun berharap aparat dapat mengambil langkah tegas terhadap para pelaku tawuran sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

"Ya, mudah-mudahan semua ditindak tegas, lah. Jadi, kita kerja tuh tidak terganggu gitu sama aksi-aksi yang begini," tutur Rio.

Kemacetan panjang tampak mengular hingga lebih dari 2 km. Kendaraan dari arah Bekasi menuju Cipinang nyaris tidak bergerak selama tawuran itu berlangsung.

Sejumlah pengendara bahkan memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari lokasi bentrokan.

Petugas gabungan dari Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turun tangan untuk membubarkan tawuran tersebut. Setelah lebih dari satu jam, aparat berhasil mengendalikan situasi dengan menggunakan gas air mata untuk memukul mundur kedua kelompok warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.