AISMOLI Dorong Insentif Fiskal Infrastruktur Motor Listrik Utamakan Luar Jawa dan Daerah Tertinggal
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 17:56 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mengusulkan insentif fiskal untuk mendorong investasi infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai sepeda motor listrik, terutama di luar Pulau Jawa dan di wilayah yang secara komersial belum layak.
“Selain pembangunan langsung, pemerintah juga dapat mempertimbangkan insentif fiskal bagi investasi charging dan infrastruktur swapping (tukar) baterai, terutama untuk wilayah yang secara komersial belum feasible (layak),” ujar PR & Event Executive AISMOLI Riniwaty Sinaga dihubungi dari Jakarta, Selasa (1/9).
Menurut Riniwaty, pendekatan serupa digunakan di Tiongkok untuk mempercepat pembangunan ekosistem sekaligus membuka pasar di wilayah yang infrastrukturnya masih tertinggal.
Ia mengatakan dukungan pemerintah diperlukan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di wilayah dengan jumlah pengguna yang sudah tinggi, tetapi juga dapat menjangkau daerah yang memiliki potensi pengembangan sepeda motor listrik.
Dengan demikian, pengembangan infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai di daerah diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan adopsi sepeda motor listrik.
Riniwaty mengatakan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa saat ini masih mengikuti konsentrasi pengguna sepeda motor listrik yang sebagian besar berada di Jawa, terutama wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
“Dari perspektif bisnis, investasi infrastruktur biasanya mengikuti populasi pengguna agar tingkat utilisasi dan keekonomiannya tercapai. Namun, infrastruktur yang tersedia lebih dahulu juga dapat meningkatkan kepercayaan diri calon pengguna,” kata Riniwaty.
Menurut dia, pemerintah bersama PT PLN (Persero) dapat berperan sebagai penggerak pasar di wilayah yang permintaannya belum terbentuk, terutama di luar Jawa dan daerah yang memiliki surplus pasokan listrik.
Kehadiran infrastruktur lebih awal dinilai dapat meningkatkan kepercayaan calon pengguna untuk beralih ke sepeda motor listrik. Karena itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya perlu mengikuti permintaan yang sudah terbentuk, tetapi juga dapat digunakan untuk mendorong terbentuknya pasar baru.
Hingga Maret 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 4.892 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah beroperasi di 3.163 titik.
Sementara itu, Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) juga terus berkembang untuk mendukung ekosistem motor listrik nasional.
Sebanyak 1.907 SPBKLU telah tersebar di Indonesia hingga Maret, 1.480 unit di antaranya berada di Jawa, 238 unit di Sumatera, 120 unit di Bali, 48 unit di Sulawesi, 20 unit di Kalimantan, dan 1 unit di Nusa Tenggara. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!