Unjuk Rasa Damai Mahasiswa Yogyakarta Diapresiasi Polda DIY
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 11:12 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
YOGYAKARTA – Kemarin terjadi unjuk rasa di Jakarta dan sejumlah daerah, termasuk Yogyakarta. Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mengapresiasi mahasiswa yang menjaga aksi penyampaian aspirasi di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada hari Kamis (27/8) berlangsung damai dan kondusif.
"Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya secara bertanggung jawab dan damai," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan di Sleman, Jumat.
Menurut dia, aksi yang berlangsung sejak siang hingga sore di depan Gedung DPRD DIY dan kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta berjalan aman, kondusif, dan terkendali.
Ihsan menilai aksi yang berlangsung damai merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga Yogyakarta tetap aman sekaligus menunjukkan kematangan demokrasi di daerah tersebut. "Ini menunjukkan matangnya alam demokrasi di Yogyakarta," ujarnya.
Aksi tersebut diikuti mahasiswa yang tergabung dalam Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DIY dengan membawa 10 tuntutan terkait berbagai persoalan kebangsaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua isu utama yang disuarakan mahasiswa adalah penguatan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal serta percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Tuntutan lainnya antara lain reformasi kepolisian, pendidikan gratis, evaluasi persoalan kehutanan, serta penarikan TNI dan Polri dari ranah sipil.
Massa bergerak dari kawasan Abu Bakar Ali menuju Gedung DPRD DIY kemudian melanjutkan aksi ke kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Ihsan juga mengapresiasi kelompok Jaga Warga dan elemen masyarakat yang turut menjaga situasi selama aksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Polda DIY memastikan seluruh wilayah aman dan kondusif," katanya. Polda DIY, lanjut dia, melakukan patroli dialogis pada malam hari untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat setelah aksi.
"Kami berkomitmen penuh untuk mengawal dan melayani setiap kegiatan penyampaian aspirasi dengan mengedepankan pola pendekatan humanis dan persuasif," ujarnya.
Ihsan juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial. "Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!