Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelahiran Bayi di Jepang Naik untuk Pertama Kali dalam 11 Tahun, Capai 342 Ribu pada 2026

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelahiran Bayi di Jepang Naik untuk Pertama Kali dalam 11 Tahun, Capai 342 Ribu pada 2026 Doc: Antara
Ket. Ilustrasi bendera Jepang.

Tokyo - Jumlah bayi yang lahir di Jepang selama enam bulan pertama 2026 mencapai 342.068, meningkat 0,8 persen atau 2.788 kelahiran dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama untuk periode Januari-Juni dalam 11 tahun terakhir, menurut data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, Jumat (28/8).

Angka tersebut mencakup kelahiran dari warga negara Jepang maupun asing. Kenaikan jumlah kelahiran terjadi setelah angka pernikahan di negara tersebut kembali meningkat dalam dua tahun terakhir.

Jumlah pernikahan pada 2025, termasuk pernikahan yang melibatkan warga negara asing, naik 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sekitar 505.000. Angka tersebut mencatat pertumbuhan tahunan untuk tahun kedua berturut-turut.

Pada periode Januari-Juni 2026, jumlah pasangan yang menikah juga meningkat 0,2 persen menjadi 238.979 dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Meski mencatat kenaikan, jumlah kelahiran Jepang masih menghadapi tantangan demografis dalam jangka panjang. Proyeksi menunjukkan tren penurunan dapat berlanjut seiring menyusutnya populasi perempuan usia reproduktif serta meningkatnya jumlah masyarakat yang menunda atau memilih untuk tidak menikah.

Jepang telah mengalami penurunan jumlah kelahiran sejak 1973. Pada tahun tersebut, sekitar 2,09 juta bayi lahir saat negara itu mengalami periode ledakan kelahiran bayi kedua.

Berdasarkan data terbaru, jumlah kelahiran meningkat di 26 dari 47 prefektur. Tokyo mencatat kenaikan terbesar dengan tambahan 2.278 kelahiran, disusul Aichi sebanyak 517 dan Fukuoka sebanyak 438 kelahiran.

Sementara itu, 21 prefektur lainnya mengalami penurunan jumlah kelahiran. Ishikawa mencatat penurunan terbesar dengan 360 kelahiran lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, jumlah kematian selama enam bulan pertama 2026 turun 6,9 persen menjadi 778.982 orang. Meski demikian, jumlah kematian masih jauh lebih tinggi dibandingkan kelahiran sehingga Jepang mengalami penurunan alami penduduk sebanyak 436.914 orang.

Pada 2025, jumlah kelahiran di Jepang turun menjadi sekitar 705.000, sekaligus menjadi rekor terendah selama 10 tahun berturut-turut. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memperluas dukungan bagi masyarakat yang ingin menikah dan memiliki anak.

Penurunan populasi menjadi tantangan serius bagi Jepang karena dapat memperburuk kekurangan tenaga kerja dan menyusutkan basis konsumen. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap sistem jaminan sosial, termasuk layanan kesehatan dan pensiun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Keseruan Jatinangor Music F...
Luar Negeri
Kanada Pastikan Tak Bisa Be...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.