KKMP Yogyakarta Didorong Jadi Koperasi Produktif di Tiap Kecamatan
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 17:00 WIB | Oleh: Eko SYOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan pola pengembangan baru bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dengan menekankan kegiatan usaha yang nyata dan berkelanjutan. Setiap kecamatan nantinya akan memiliki satu KKMP yang dipilih sebagai proyek percontohan untuk mendorong koperasi menghasilkan omzet dan berkembang secara mandiri.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan KKMP tidak seharusnya hanya bergantung pada dukungan pemerintah. Potensi ekonomi di masing-masing wilayah perlu digali dan dikembangkan menjadi kegiatan usaha, sekaligus diperkuat melalui kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD), perhotelan, sekolah, maupun pelaku usaha.
“Kalau sekarang kemudian mau dicoba untuk satu kecamatan itu satu pilot project, saya sangat setuju. Nanti dipimpin oleh Pak Wakil untuk satu kecamatan satu pilot project,” jelas Hasto Wardoyo saat memberikan sambutan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi KKMP Kota Yogyakarta, di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta, Selasa (6/10).
Menurut Hasto, ukuran keberhasilan koperasi tidak berhenti pada terbentuknya struktur organisasi maupun kepengurusan. KKMP harus mempunyai kegiatan bisnis dan proposal usaha yang dapat menjadi dasar pengembangan koperasi.
Dari hasil evaluasi, masih ditemukan koperasi yang secara kelembagaan telah terbentuk tetapi kegiatan usahanya belum berjalan. Kondisi tersebut dinilai perlu ditindaklanjuti melalui pendampingan sekaligus pembukaan akses pasar.
"Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah batik Segoro Amarto. Saya mendorong untuk koperasi yang memproduksi batik untuk terus melakukan produksi dan mendapatkan pasar yang jelas,” ungkapnya.
Produk batik tersebut juga didorong untuk dimanfaatkan di lingkungan sekolah dan OPD. Selain memproduksi barang sendiri, KKMP dinilai dapat berperan sebagai reseller produk lokal, termasuk Air Jogja atau AYO dan brown sugar.
“Ini sekaligus supaya memperbanyak produk lokal, uangnya, putarannya di lokal. Ini sudah batik, sudah minum, sudah makanan. Itu yang kita berdayakan di sini,” jelasnya.
Hasto juga membuka peluang kerja sama KKMP dengan industri perhotelan. Kebutuhan hotel seperti sandal, sabun, brown sugar, dan berbagai produk lainnya dinilai dapat menjadi pasar bagi koperasi apabila kerja sama dibangun secara langsung.
“Temukan hotelnya sama kelompoknya, terus deal. Konkret. Beli brown sugar hotel belinya ke salah satu koperasi,” tegas Hasto.
Pengembangan koperasi unggulan juga disiapkan dengan target sekitar 15 KKMP. Koperasi tersebut akan memperoleh pendampingan yang disesuaikan dengan bidang usaha masing-masing melalui OPD.
“Nanti 15 koperasi itu kita bagi dan dibina oleh OPD-OPD. Satu OPD membina satu,” katanya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan monitoring dan evaluasi diperlukan karena pembentukan KKMP sebelumnya berlangsung cukup cepat. Kondisi tersebut membuat kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan pengelolaan usaha belum merata.
Menurut Wawan, koperasi memiliki karakter berbeda dengan badan usaha lainnya karena kepemilikannya berada di tangan anggota. Karena itu, pengurus yang menjalankan kegiatan usaha harus mempunyai kemauan sekaligus kemampuan mengelola koperasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!