Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 14:49 WIB | Oleh:
Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar! Doc: Antara foto
Ket. Ilustrasi. United E-Motor C2000.

GUANGZHOU - Guangdong, China, membidik potensi besar elektrifikasi sekitar 140 juta sepeda motor di Indonesia dengan mendorong investasi industri kendaraan energi baru dan infrastruktur pengisian daya sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Melalui sebuah forum yang diselenggarakan bersama oleh Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Guangdong dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou digelar di Guangzhou, China selatan, mereka berfokus pada pengolahan mendalam sektor hilir produk energi baru dan manufaktur industri ringan untuk kebutuhan konsumen, serta bertujuan mendorong investasi perusahaan asal Guangdong di Indonesia.

Lebih dari 100 perwakilan pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dari China dan Indonesia menghadiri kegiatan tersebut. Ma Wenfeng, direktur jenderal Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Guangdong, mengatakan Guangdong dan Indonesia memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan yang kuat, demikian warta Xinhua.

Nilai perdagangan antara Guangdong dan Indonesia mencapai sekitar seperenam dari total perdagangan China-Indonesia. Sejumlah perusahaan terkemuka asal Guangdong, termasuk BYD, Midea, dan OPPO, telah membangun dan mengembangkan bisnis mereka di Indonesia.

Ma mengatakan Guangdong merupakan salah satu basis manufaktur utama China. Provinsi tersebut memiliki seluruh 31 kategori industri manufaktur resmi dan 10 klaster industri yang masing-masing menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 1 triliun yuan (1 yuan = Rp2.648) atau sekitar 148,8 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.844).

Indonesia, negara dengan populasi terbesar keempat di dunia yang berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa, memiliki pasar konsumen yang besar dan terus berkembang. Secara strategis, Indonesia terletak di jantung ASEAN dan menjadi pintu gerbang menuju pasar regional yang berpenduduk lebih dari 700 juta jiwa, kata Pelaksana Tugas (Plt.) Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou Andalusia Tribuana Tungga Dewi.

Dia menambahkan bahwa basis manufaktur maju dan keahlian teknologi Guangdong sangat selaras dengan ambisi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas industri, mempercepat transisi energi, serta memperkuat sektor industri hilir.

Wu Lei, wakil manajer umum PT Indonesia BTR New Energy Material, telah bekerja di Indonesia selama hampir tiga dekade.

Pada 2023, BTR yang berbasis di Guangdong berekspansi ke Indonesia dan mulai membangun dua pabrik di dua kawasan industri di Indonesia.

Tahap pertama proyek tersebut senilai 478 juta dolar AS dengan kapasitas produksi 80.000 ton bahan anoda per tahun diselesaikan hanya dalam waktu 10 bulan.

Setelah tahap kedua selesai, total investasinya akan mencapai 777 juta dolar AS dengan kapasitas produksi 160.000 ton per tahun. 

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 140 juta unit sepeda motor yang menjadi moda transportasi utama untuk mobilitas jarak dekat, sehingga membuka potensi besar untuk elektrifikasi dan peluang besar bagi industri energi baru Guangdong, kata Xiong Xindong, brand strategy officer Guangdong Lidun New Energy Technology.

Perusahaan peralatan rumah tangga terkemuka asal Guangdong, TCL, memulai bisnisnya di Indonesia pada 2004.

Asisten Presiden TCL Technology Group Deng Yinghao menceritakan bagaimana sebuah tim kecil membawa sejumlah prototipe produk ke Indonesia lebih dari 20 tahun lalu.

Saat ini, TCL telah membangun jaringan lokal yang luas, yang mencakup tiga pabrik mitra, sembilan pusat pergudangan, menjangkau 17 kota, serta lebih dari 1.250 gerai mitra ritel.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari lokalisasi yang menyeluruh, baik dalam pengembangan produk maupun organisasi dan sumber daya manusia.

TCL mengembangkan produk televisi dan pendingin udara yang dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia. Selain itu, hanya 13 orang dari staf TCL yang merupakan tenaga asal China, sementara lebih dari 1.000 lainnya merupakan karyawan lokal, termasuk seorang chief executive officer (CEO) asal Indonesia. "Kami benar-benar telah berakar dan menyatu dengan Indonesia," kata Deng.

Pan Yue, wakil direktur pusat studi Indonesia di Universitas Jinan di Provinsi Guangdong, mengidentifikasi dua sektor yang menjanjikan untuk investasi di masa depan.

Pertama adalah pengolahan mendalam sektor hilir energi baru, yang mencakup bahan baterai kendaraan listrik, peralatan penyimpanan energi, dan kendaraan energi baru. Kedua adalah manufaktur ringan yang berorientasi pada konsumen, termasuk peralatan rumah tangga pintar, keramik bangunan, dan elektronik konsumen.

"Urbanisasi yang terus berlangsung dan meningkatnya daya beli kelas menengah di Indonesia menciptakan permintaan pasar yang stabil terhadap produk-produk tersebut. Kedua sektor ini sangat sesuai dengan keunggulan industri Guangdong," tambah Pan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

40 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.