Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendag Dorong Kriya Lokal Naik Kelas, Teknologi Jadi Kunci untuk Pengembangannya

28 Kamis, 08 Okt 2026, 00:12 WIB | Oleh:
Mendag Dorong Kriya Lokal Naik Kelas, Teknologi Jadi Kunci untuk Pengembangannya Mendag Dorong Kriya Lokal Naik Kelas, Teknologi Jadi Kunci untuk Pengembangannya Doc: Antara foto/HO Kemendag
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta, Rabu (7/10).

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak pelaku usaha lokal untuk memadukan produk kriya dengan teknologi sehingga mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan lanskap perdagangan dunia.

"Pergeseran geopolitik, transisi menuju ekonomi hijau, serta perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial dan otomatisasi menuntut pelaku usaha kriya untuk terus beradaptasi. Internasionalisasi produk kriya Indonesia tidak bisa lagi sekadar mengandalkan narasi eksotisme masa lalu," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Ketika membuka The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta, Rabu, Mendag mengatakan, langkah strategis ini penting untuk menjawab tuntutan konsumen global terhadap produk kriya agar selalu inovatif sekaligus berkelanjutan.

Budi menyampaikan kekuatan kriya Indonesia terletak pada kemampuannya mengawinkan akar budaya Nusantara dengan perkembangan teknologi.

Oleh karena itu, modernisasi cara berpikir, digitalisasi manajemen rantai pasok, serta penguatan inovasi menjadi langkah penting agar produk kriya Indonesia mampu menguasai pangsa pasar global.

Selain itu, Budi menggambarkan, produk berbasis kearifan lokal seperti anyaman rotan dan ornamen kayu menjadi bagian dari kekuatan kriya Indonesia di pasar dunia.

Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi, serta kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi standar pasar internasional.

Optimisme kekuatan produk kriya Indonesia di pasar global turut didukung kinerja ekspor kriya dan dekorasi rumah Indonesia yang konsisten berada di atas 1 miliar dolar AS sejak 2022.

Pada 2025, nilai ekspor komoditas tersebut mencapai 1,26 miliar dolar AS. Sementara itu, pada awal 2026, ekspor telah mencapai 821 juta dolar AS atau tumbuh 6,8 persen.

Selain Amerika Serikat dan Eropa sebagai pasar utama, penetrasi produk Indonesia di kawasan Asia juga menunjukkan perkembangan positif, antara lain, ke Thailand yang tumbuh 81,8 persen dan Jepang 28,5 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Mitigasi Bencana, BPBD Tang...
Luar Negeri
Mojtaba Khamenei Masih Mena...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.