Sangat Menginspirasi! Ading Suhana Punya Cara Unik Selamatkan Hutan: Ajak Warga Tanam dan Budidaya Durian
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 08:40 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoTargetnya sederhana, tetapi tidak ringan: menjadikannya nol.
Panen Berkah
Kesabaran masyarakat mulai terbayar ketika pohon-pohon durian memasuki masa produksi.
Pada 2020 hingga 2022, hasil panen durian masyarakat mencapai sekitar 200 ton setiap musim. Buah yang pada awalnya hanya dipasarkan di pasar lokal mulai menemukan pembeli dari luar daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan pasar terjadi pada 2023. Sejumlah pembeli dari Sulawesi Tengah datang langsung kepada petani dan membeli durian dalam jumlah besar. Petani tidak lagi hanya mengandalkan pasar lokal untuk menjual hasil kebun mereka.
Bagi masyarakat, hadirnya pembeli dalam jumlah besar memberikan dampak langsung terhadap pendapatan.
Durian pun perlahan berubah makna. Sang raja buah ini tidak lagi sekadar tanaman yang dibagikan pemerintah desa, tapi menjadi sumber ekonomi yang tumbuh bersama perubahan pola hidup masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Desa Cempaka Putih kini dihuni sekitar 113 kepala keluarga atau sekitar 314 jiwa. Durian menjadi tanaman yang paling dominan dikembangkan, meski masyarakat juga menanam komoditas lain, seperti alpukat.
Namun, durian tetap menjadi simbol perubahan yang paling mudah dilihat.
Barisan pohonnya tumbuh di lahan masyarakat. Sebagian telah menghasilkan buah. Sebagian lainnya masih menunggu waktu. Pohon-pohon itu sekaligus menjadi pilihan agar masyarakat tidak perlu kembali masuk hutan untuk mencari kayu dan rotan.
Bagi Ading, keberhasilan gerakan tersebut tidak semata-mata dihitung dari jumlah ton durian yang dipanen. Ukuran lainnya adalah semakin sedikit masyarakat yang masuk hutan untuk mencari penghidupan.
Ia percaya, pelestarian lingkungan akan lebih mudah dilakukan ketika masyarakat memiliki pilihan ekonomi yang nyata.
Karena itu, pemerintah desa akan terus memberikan pendampingan. Program bibit, pupuk, dan sarana pertanian tetap menjadi bagian dari upaya mempertahankan perubahan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!