Sangat Menginspirasi! Ading Suhana Punya Cara Unik Selamatkan Hutan: Ajak Warga Tanam dan Budidaya Durian
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 08:40 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoSebagian masyarakat meragukan durian dapat tumbuh dan menghasilkan di wilayah mereka. Namun, keraguan itu justru menjadi alasan bagi Ading untuk membuktikan bahwa gagasannya bukan sekadar angan-angan.
Bibit ditanam. Pohon-pohon dirawat. Waktu kemudian menjadi bagian penting dari percobaan tersebut.
Gerakan Bertani
Tahun berikutnya menjadi momentum penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ading terpilih sebagai kepala desa pada 2018. Sejak itu, pengembangan durian diperkuat melalui kebijakan pemerintah desa.
Setiap tahun, anggaran desa diarahkan untuk pengadaan bibit, pupuk, dan peralatan pertanian. Bibit didatangkan dari sejumlah daerah, termasuk Magelang, Jawa Tengah, dan Bangka Belitung.
Masyarakat yang memiliki lahan menjadi sasaran utama. Mereka mendapatkan bibit untuk ditanam, pupuk untuk perawatan, serta peralatan pertanian untuk mendukung pengelolaan kebun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pola tersebut perlahan mengubah cara pandang warga. Bertani mulai dilihat bukan sebagai pilihan terakhir, melainkan sebagai kegiatan yang mendapat dukungan dan memiliki masa depan.
“Pelan-pelan masyarakat berpikir, oh, ini berarti ada dukungan pemerintah. Jadi kita tinggalkan pelan-pelan kegiatan di hutan,” kata Ading.
Perubahan tentu tidak berlangsung dalam semalam. Kebiasaan yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak mudah ditinggalkan hanya dengan satu kebijakan.
Namun, dari tahun ke tahun, semakin banyak masyarakat mulai meninggalkan aktivitas mengambil hasil hutan.
Dari sekitar 70 persen masyarakat yang sebelumnya bergantung pada hasil hutan, kini diperkirakan tinggal sekitar 4 persen yang masih melakukan aktivitas tersebut.
Bagi Ading, angka itu belum cukup.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!