Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP: AS Kenakan Tarif 13,9 Persen untuk Udang RI, Lebih Rendah dari India dan Vietnam

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 15:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
KKP: AS Kenakan Tarif 13,9 Persen untuk Udang RI, Lebih Rendah dari India dan Vietnam Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi- Petani memanen udang windu.

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan total tarif yang dikenakan Amerika Serikat (AS) terhadap udang asal Indonesia mencapai sekitar 13,90 persen, lebih rendah dibandingkan tarif untuk udang asal India dan Vietnam.

Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana mengatakan tarif udang Indonesia tersebut terdiri atas tarif tambahan Section 301 sebesar 10 persen dan bea masuk antidumping sebesar 3,90 persen.

“Peluang peningkatan pangsa pasar udang Indonesia juga terbuka, khususnya dibandingkan dengan pemasok dari Asia, meskipun persaingan dengan Ekuador diperkirakan tetap ketat,” kata Erwin melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/8).

Menurut dia, total tarif udang Indonesia tersebut lebih rendah dibandingkan dengan udang asal India yang mencapai sekitar 19,53 persen dan Vietnam sekitar 41,10 persen.

Menurutnya, perbedaan tarif tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar udang di AS.

AS merupakan pasar utama ekspor udang Indonesia. Data KKP menunjukkan nilai ekspor udang Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 1,87 miliar dolar AS, dengan ekspor ke AS sebesar 1,15 miliar dolar AS atau sekitar 61,5 persen dari total ekspor udang Indonesia.

Dalam lima tahun terakhir, rata-rata nilai ekspor udang Indonesia tercatat sekitar 1,93 miliar dolar AS per tahun dengan volume rata-rata sekitar 229,25 ribu ton.

Untuk mengoptimalkan peluang pasar tersebut, KKP mengatakan akan memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, asosiasi perikanan, eksportir, serta perwakilan RI di AS.

Erwin mengatakan salah satu langkah yang dilakukan adalah membantu eksportir udang Indonesia dalam menjalani proses administrative review terkait bea masuk antidumping.

Selain udang, KKP juga melihat peluang peningkatan daya saing sejumlah komoditas perikanan lainnya di pasar AS.

Indonesia memiliki keunggulan tarif sebesar 2,5 persen untuk kepiting dan rajungan dibandingkan sejumlah pemasok Asia, seperti Vietnam dan Filipina.

Keunggulan tarif serupa juga dimiliki produk tuna Indonesia dibandingkan produk asal Thailand, Vietnam, Filipina, dan Korea Selatan.

Sementara itu, cumi-cumi, sotong, gurita, dan tilapia Indonesia juga berpeluang meningkatkan daya saing dibandingkan produk dari sejumlah pemasok Asia, seperti China, Vietnam, dan Thailand.

KKP juga menekankan pentingnya penguatan kredibilitas rantai pasok untuk menjaga kepercayaan pasar dan mengurangi risiko hambatan perdagangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...

Desak Wujudkan Pendidikan Gratis

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Desak Wujudkan Pendidikan G...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.