Terapi Estrogen Turunkan Risiko Demensia pada Perempuan Lansia
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 07:33 WIB | Oleh: Haryo BronoEstrogen memiliki berbagai fungsi biologis di dalam tubuh, termasuk berinteraksi dengan sistem saraf. Hormon ini diketahui memiliki reseptor di berbagai bagian otak dan dapat memengaruhi sejumlah proses yang berkaitan dengan fungsi neuron.
Penurunan kadar estrogen yang terjadi selama transisi menuju menopause telah lama menjadi perhatian dalam penelitian mengenai kesehatan otak perempuan. Perubahan hormonal tersebut dapat berhubungan dengan berbagai perubahan, termasuk fungsi kognitif, tidur, suasana hati, dan metabolisme otak. Namun, hubungan antara estrogen dan demensia jauh lebih kompleks daripada sekadar naik atau turunnya kadar hormon.
Usia ketika terapi dimulai, lamanya penggunaan, jenis hormon, dosis, kondisi kesehatan, serta faktor risiko lain dapat memengaruhi hasil terapi. Karena itu, temuan penelitian terbaru ini belum dapat diterjemahkan menjadi kesimpulan sederhana bahwa semakin banyak atau semakin lama seseorang menggunakan estrogen, semakin rendah pula risiko Alzheimer. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!