Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terapi Estrogen Turunkan Risiko Demensia pada Perempuan Lansia

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 07:33 WIB | Oleh:

Peneliti mengevaluasi tiga karakteristik utama yang berkaitan dengan Alzheimer, yaitu plak amyloid-beta, kusut protein tau atau tau tangles, serta neuritic plaques. Neuritic plaques merupakan plak amyloid yang dikelilingi oleh sel-sel saraf yang mengalami kerusakan.

Ketiga karakteristik tersebut kemudian digabungkan menjadi sebuah ukuran untuk menilai tingkat perubahan patologis yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer di dalam otak. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan antara kelompok pengguna dan bukan pengguna terapi hormon.

Sebanyak 18 persen perempuan yang pernah menggunakan terapi hormon tidak menunjukkan tanda Alzheimer dalam pemeriksaan otak setelah meninggal. Angka tersebut dibandingkan dengan hanya 10 persen pada perempuan yang tidak pernah menggunakan terapi hormon.

Sebaliknya, 40 persen pengguna terapi hormon menunjukkan ketiga tanda utama Alzheimer, sedangkan proporsinya mencapai 51 persen pada perempuan yang tidak menggunakan terapi hormon. Setelah memperhitungkan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi risiko demensia dan Alzheimer, termasuk usia, tingkat pendidikan, faktor genetik, ras, dan hipertensi, penggunaan terapi hormon dikaitkan dengan 35 persen lebih rendahnya kemungkinan ditemukan tanda-tanda Alzheimer di otak.

Temuan tersebut memberikan petunjuk bahwa hubungan antara terapi estrogen dan kesehatan otak tidak hanya terlihat dari diagnosis klinis, tetapi juga dari perubahan biologis yang ditemukan di jaringan otak.

Penumpukan Amiloid Lebih Rendah

Peneliti kemudian melihat biomarker yang dikumpulkan ketika para peserta masih hidup. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan yang pernah menggunakan terapi hormon memiliki kadar biomarker amyloid dalam darah dan cairan tulang belakang yang konsisten dengan penumpukan amiloid lebih rendah di otak.

Amyloid-beta merupakan protein yang berkaitan erat dengan proses penyakit Alzheimer. Dalam kondisi Alzheimer, protein tersebut dapat menumpuk dan membentuk plak di jaringan otak. Karena itu, pemeriksaan amyloid dalam darah maupun cairan serebrospinal dapat membantu peneliti memperkirakan proses penumpukan protein tersebut di otak. Temuan dalam penelitian ini memperlihatkan pola biomarker yang sejalan dengan hasil pemeriksaan otak setelah kematian.

Dengan kata lain, dua jenis bukti dalam penelitian tersebut biomarker yang diperoleh ketika peserta masih hidup dan pemeriksaan jaringan otak setelah meninggal, sama-sama menunjukkan pola yang berkaitan dengan lebih sedikitnya perubahan Alzheimer pada kelompok yang pernah menggunakan terapi estrogen saja. Namun, pola tersebut tetap tidak membuktikan bahwa estrogen merupakan penyebab langsung dari perbedaan tersebut.

Risiko Diagnosis Demensia Juga Lebih Rendah

Selain melihat perubahan biologis di otak, peneliti juga menganalisis kondisi kognitif para peserta. Penggunaan terapi hormon dikaitkan dengan 39 persen lebih rendahnya kemungkinan menerima diagnosis demensia. Perempuan yang pernah menggunakan terapi tersebut juga lebih kecil mengalami gangguan memori maupun penurunan kemampuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Temuan ini penting karena demensia tidak hanya ditandai oleh perubahan yang terjadi di dalam otak. Dalam kehidupan sehari-hari, penyakit tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang mengingat informasi, mengambil keputusan, berkomunikasi, hingga melakukan aktivitas yang sebelumnya dapat dikerjakan secara mandiri.

Dengan demikian, penelitian ini menemukan adanya hubungan antara penggunaan terapi estrogen saja dengan beberapa indikator sekaligus, mulai dari diagnosis demensia, fungsi kognitif, biomarker amyloid, hingga perubahan patologis yang ditemukan pada otak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mesir Siap Turun Tangan Ban...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.