BMKG: Siklon Tropis Champi Picu Gelombang hingga 4 Meter
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 12:43 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - BMKG mengingatkan, adanya potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia akibat pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Champi. Ketinggian gelombang laut, diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, terutama di kawasan perairan Maluku dan Samudra Pasifik bagian utara Indonesia.
Peringatan tersebut, tercantum dalam pembaruan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta yang diterbitkan pada Rabu (21/10). Prakiraan dampak siklon berlaku selama 24 jam hingga Kamis (22/10) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan informasi TCWC Jakarta, dampak tidak langsung Siklon Tropis Champi berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang di sejumlah jalur perairan Indonesia timur. BMKG membagi, wilayah yang terdampak ke dalam dua kategori berdasarkan perkiraan tinggi gelombang laut.
Gelombang tinggi kategori rough sea dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di:
- Laut Maluku,
Sebaiknya Anda baca juga:
- Samudra Pasifik sebelah utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Sementara itu, gelombang kategori moderate sea dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan melanda:
- Perairan Kepulauan Talaud hingga perairan utara Papua Barat Daya,
Sebaiknya Anda baca juga:
- Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat hingga Papua.
"Potensi peningkatan gelombang tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada kondisi laut, terutama nelayan dan pelaku transportasi maritim. Gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan, khususnya bagi kapal yang memiliki keterbatasan menghadapi kondisi perairan bergelombang," kata BMKG dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.
BMKG melalui TCWC Jakarta melaporkan, pusat Siklon Tropis Champi berada di Laut Filipina, tepatnya di sebelah timur laut wilayah Filipina. Meski pusat siklon berada di luar Indonesia, pengaruh sistem cuaca tersebut masih dapat dirasakan di sejumlah kawasan perairan nasional.
Dampak yang diprakirakan, yakni peningkatan tinggi gelombang akibat perubahan kondisi angin dan laut di kawasan sekitarnya. Kondisi ini, membuat perkembangan Siklon Tropis Champi tetap penting dipantau, terutama oleh masyarakat yang beraktivitas di perairan Indonesia timur.
Dalam proyeksi 24 jam, BMKG memperkirakan kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Champi akan mengalami penurunan. Namun, informasi yang dirilis menunjukkan bahwa sistem tersebut masih memiliki intensitas kategori empat dan bergerak ke arah barat-barat laut.
Menurut catatan BMKG, Siklon Tropis Champi terbentuk dari sistem gangguan cuaca yang sebelumnya teridentifikasi sebagai Bibit Siklon Tropis 96W. Sistem tersebut, berkembang hingga mencapai intensitas siklon tropis pada 15 Oktober 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!