Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Tak Harus Datang ke Kelas? Kepri Siapkan Pendidikan Jarak Jauh untuk Anak di Pulau Terluar

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekolah Tak Harus Datang ke Kelas? Kepri Siapkan Pendidikan Jarak Jauh untuk Anak di Pulau Terluar Doc: Antara
Ket. Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Warsita.

Tanjungpinang - Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai model Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) cocok diterapkan untuk memperluas akses pendidikan menengah di wilayah kepulauan yang menghadapi kendala jarak, transportasi, hingga kondisi sosial ekonomi.

Kepala BPMP Kepri Warsita di Tanjungpinang, Sabtu (8/8), mengatakan karakteristik Kepri yang terdiri atas pulau-pulau kecil, wilayah pesisir, dan kawasan terluar membutuhkan model pembelajaran yang lebih fleksibel tanpa mengurangi mutu layanan pendidikan.

"Kepri sebagian wilayah berada di pulau-pulau kecil, pesisir, dan kawasan terluar, membutuhkan model pembelajaran lebih fleksibel tanpa mengurangi mutu layanan pendidikan," kata Warsita.

Untuk melihat penerapan PJJ, BPMP Kepri telah mempelajari sistem pembelajaran di SMAN 1 Kepanjen, Jawa Timur, yang menjadi salah satu dari tujuh sekolah rintisan SMA Terbuka Jarak Jauh di Indonesia sejak 2014.

Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang mengembangkan model tersebut bersama sejumlah provinsi lain, seperti Sumatera Barat dan Maluku Utara.

Menurut Warsita, PJJ dirancang untuk memperluas akses pendidikan menengah bagi anak-anak yang menghadapi kendala jarak, keterbatasan waktu karena bekerja, maupun hambatan ekonomi.

"Praktik SMA Terbuka Kepanjen relevan untuk dipelajari karena Kepri memiliki tantangan layanan pendidikan yang khas, yaitu terdiri dari gugusan pulau-pulau," ujarnya.

Meskipun berbasis daring, PJJ tetap dapat memadukan pembelajaran digital dengan sesi tatap muka terbatas melalui tutorial berkala di tempat kegiatan belajar (TKB). Dalam sesi tersebut, guru pendamping atau tutor membantu memperdalam materi, memfasilitasi diskusi, serta melakukan evaluasi pembelajaran.

Sebaiknya Anda baca juga:

Dengan pola tersebut, siswa tetap memperoleh interaksi langsung dengan guru sekaligus memiliki fleksibilitas dalam mengikuti pembelajaran.

Warsita menilai model SMA Terbuka Kepanjen memberikan pelajaran penting bagi daerah kepulauan yang menghadapi tantangan jarak, akses transportasi, dan keterbatasan layanan pendidikan menengah di sejumlah wilayah.

Harus Menjemput

Selain memperluas akses pendidikan, PJJ dinilai dapat mendukung upaya mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke dalam layanan pendidikan. Anak-anak yang terkendala jarak, waktu, kondisi sosial ekonomi, atau akses transportasi dapat memperoleh alternatif pendidikan yang lebih fleksibel.

"PJJ harus menjadi pendidikan yang menjemput, bukan menunggu. Anak yang terkendala jarak, bekerja membantu keluarga, atau tinggal di wilayah yang sulit dijangkau tetap harus memiliki jalan kembali ke layanan pendidikan," katanya.

Namun, Warsita menegaskan penerapan PJJ harus dikawal agar tidak berhenti pada pemenuhan administrasi. Sistem tersebut harus didukung guru, tutor, modul pembelajaran, learning management system (LMS), pemantauan perkembangan siswa, serta evaluasi untuk memastikan peserta didik benar-benar mengikuti proses pembelajaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Daerah
Bromo Ditutup Total: Kebaka...
'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit

'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.