Nagasaki Peringati 81 Tahun Peristiwa Bom Atom AS di Tengah Gejolak Geopolitik Global
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 13:16 WIB | Oleh: Lili LestariDalam pidatonya, Suzuki juga mendesak pemerintah "untuk menjunjung tinggi etos perdamaian yang diabadikan dalam Konstitusi Jepang, yang mewujudkan tekad untuk selamanya menolak perang, serta Tiga Prinsip Non-Nuklir negara tersebut."
Selain itu, seperti dalam Deklarasi Perdamaian Hiroshima, ia menyerukan pemerintah untuk menghadiri konferensi peninjauan Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir pada akhir tahun ini. Konferensi tersebut, yang bertujuan untuk memajukan tujuan perjanjian yaitu melarang pengembangan, produksi, penggunaan, dan kepemilikan senjata nuklir, akan diselenggarakan pada bulan November.
Serangan nuklir di Nagasaki pada 9 Agustus 1945 diyakini telah menewaskan sekitar 74.000 orang di kota itu hingga akhir tahun dan menyebabkan banyak orang lainnya menderita akibat dampaknya.
Jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus tahun yang sama, mengakhiri Perang Dunia II.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para penyintas bom atom dan pendukung mereka berlomba melawan waktu untuk mewariskan kenangan akan tragedi tersebut, usia rata-rata para penyintas yang diakui secara resmi dari dua pemboman atom tersebut melebihi 86 tahun.
"Kita sekarang berada di momen kritis di mana kita masih dapat mendengarkan langsung suara para hibakusha. Oleh karena itu, kami bertekad untuk mewariskan kenangan tentang pemboman atom dan pemikiran para hibakusha kepada generasi mendatang," kata Suzuki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!